10 ATURAN ANTARA PERAN SEKOLAH DAN PERAN ORANG TUA (BAGIAN 1)

Suka atau tidak, anak kita haruslah mengenyam pendidikan formal. Dan anak kita berarti tidak akan selalu bersama kita sepanjang hari. Mereka akan mempunyai lingkungan lain yang berbeda dengan kita. Pendekatan kita akan memberikan perbedaan besar pada prestasi mereka di sekolah. Dan perlu kita ingat, prestasi ini tidak selalu menyangkut bidang akademik. Mari kita lihat beberapa hal penting dan aturan dasar agar mereka  terbantu melewati masa sekolah dengan lebih bahagia

ATURAN 1 :Pengajar di sekolah,  tidak sama dengan pendidikan di rumah
Saya mengenal beberapa orang yang lulus dari bangku sekolah tanpa mempelajari apa pun—kecuali mungkin daftar penjumlahan , perkalian, letak Burkina Faso, . Dengan kata lain,yang sekolah berikan hanyalah  informasi dan dasar dasar pengetahuan. Oke, dan juga beberapa kemampuan analitis seperti pembagian dan tata bahasa, yang kebanyakan mungkin tidak akan pernah Anda gunakan lagi. Beberapa diantaranya sebenarnya berguna, seperti pelajaran bahasa asing, tapi kebanyakan tampaknya tidak bernilai apa-apa.

Jangan salah sangka, saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan sekolah. Sekolah mengajarkan Anda cara belajar—yang merupakan keterampilan yang berguna sepanjang hidup Anda –tapi membutuhkan waktu 10 sampai 12 tahun, atau lebih, untuk  menjalaninya. Dan coba pikirkan semua hal yang tidak dipelajari anak Anda dari sekolah selama tahun-tahun normative tersebut. Bagaimana membuat keputusan sendiri, cara mengganti bola lampu, cara bersikap tegas, cara menghindari utang, bagaimana mendeteksi tanda awal perselisihan, bagaimana menyelesaikan perbedaan pendapatkan dengan baik, bagaimana mempelakukan orang lain dengan hormat, apa yang harus dilakukan saat mobil anda mogok, bagaimana melawan ketakutan anda, bagaimana menjadi pencundang yang baik, bagaimana menjadi pemenang yang baik…

“ Tapi sekolah mengajarkanmu cara menggapai kemenangan dan mengatasi kekalahan,”begitulah Anda berkata. “ Lagi pula, bukankah itu intinya pekan olahraga?” Betul, saya tahu sekolah juga memberikan anda banyak latihan dalam beberapa bidang tersebut (tapi tidak semuanya), tapi mereka tidak mengajarkan bagaimana caranya agar anda mahir melakukannya. Mereka membiarkan Anda terus-menerus kalah jika Anda membiarkannya. Setidaknya, semua hal yang banyak anak-anak Anda latih di sekolah, dapat pula mereka latih dengan baik di luar sekolah. Karena, dengan menjadi bagian dari sebuah kelompoklah yang mengajarkan anak-anak Anda perilaku sosial

apa yang dapat atau tidak dapat diterima. Para guru tidak berperan apa-apa dalam masalah ini. Mereka dapat mempelajari semua itu sama baiknya pada kelompok anak mana pun-di karang taruna, klub sepak bola, atau kelompok bermain.

Inti dari pembahasan saya adalah pengajaran di sekolah tidaklah sama dengan pendidikan di rumah. Pengajaran di sekolah memang penting, tapi tidak sepenting pendidikan yang baik. Tugas sekolah adalah memberikan pengajaran, tapi tugas Anda adalah mendidik mereka. Jangan mengharapkan sekolah melakukannya untuk Anda.

Saya mengenal anak-anak yang mendapat pendidikan di rumah, namun akhirnya menjadi orang yang lebih cakap, seimbang, dan matang daripada anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah tidak selalu perlu untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Saya bukannya ingin menyuruh Anda mendidik anak Anda di rumah (kecuali jika itu keinginan Anda). Saya hanya berpendapat, janganlah terlalu mengharapkan sekolah untuk memberikan sesuatu yang bergun kepada anak Anda kecuali informasi. Selebihnya terserah Anda.

ATURAN 2 :Sekolah datang dalam satu paket

Tidak ada sekolah yang sempurna. Di sekolah tempat anak Anda belajar terdapat ratusan, bahkan ribuan, orang tua, dan mustahil mereka semua setuju dengan semua keputusan sekolah. Jika semua kebijakan sekolah dibuat berdasarkan persetujuan mutlak semua orang tua, untuk menentukan jam masuk sekolah saja rasanya mustahil.

Jadi, tentu saja Anda tidak akan selalu menyetujui semua hal. Jumlah PR yang diberikan guru, jenis hukuman yang diperoleh siswa, seragam konyol yang harus dipakai, kenyataan bahwa perkumpulan mereka sekuler, kenyataan bahwa perkumpulan mereka tidak sekuler, memaksa murid belajar bahasa Prancis daripada Mandarin, memaksa anak-anak bermain dalam ruangan saat hujan… dan lain-lain.

Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya. Oke, Anda dapat pindah sekolah, tapi sekolah yang baru pasti menerapkan cara-cara yang mungkin Anda tidak setujui juga. Perbedaannya hanya pada jenisnya. Dan terlebih lagi, tidak ada yang anak Anda dapat lakukan. Ini artinya, Anda hanya akan membuat kehidupan sekolah mereka penuh kesengsaraan, dan mereka akan untuk meremehkan sistem pengajaran sekolah. Akibatnya, mereka akan terlibat banyak masalah dengan guru dan kemungkinan besar diejek oleh teman-teman mereka. Tidak, mereka tidak memerlukan pesan yang bertolak belakang antara sekolah dan rumah.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah sekolah datang dalam satu paket. Ada cara-cara yang Anda sukai dan ada cara-cara yang Anda tidak sukai. Jika cara-cara yang Anda tidak sukai lebih banyak daripada yang Anda sukai, Anda boleh berpikir kembali mengenai pindah sekolah-ini lain lagi persoalannya. Tapi, selama anak Anda bersekolah di sana, Anda harus menerima keseluruhan paket. Dan ini artinya Anda harus mendukung kebijakan sekolah, bahkan pada hal-hal yang tidak Anda pedulikan.

Anda harus mendorong anak-anak Anda untuk mengerjakan PR mereka, kendatipun menurut Anda tugas mereka sudah terlalu banyak. Dan Anda juga harus membujuk mereka agar mau memakai seragam konyol tersebut, atau mau bermain hoki, atau mau menghormati guru mereka walaupun mereka tidak menyukai guru tersebut.

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana jika anak Anda mengajukan pertanyaan langsung: “Apa menurut Ibu adil bahwa Pak Guru memberikan kami PR sebanyak ini?” Apakah Anda harus berbohong kepada mereka? Ya, Anda dapat menjawabnya dengan mengatakan apa yang barusan saya katakan: Sekolah datang dalam satu paket, dan selama kau berada di sana, kau harus menerima keseluruhan paketnya. Dengan begitu, Anda juga mendidik mereka bagaimana berfungsi sebagai bagian dari suatu kelompok. Bekerja sama dengan suatu sistem sesungguhnya leb penting daripada menyetujuinya.

ATURAN 3: Berpihaklah pada anak Anda

Aturan 2 adalah mengenal memberi dukungan kepada sekolah, bahkan saat Anda tidak menyetujui semua yang mereka lakukan. Tapi, ini bukannya tanpa syarat. Tentu saja, Anda harus mendukung semua kebijakan dan sistemnya secara umum karena itu bagian dari persetujuan yang Anda sepakati. Namun, banyak hal dapat tiba-tiba muncul dan mengganggu anak-anak Anda, dan Anda tidak bisa selalu mengharapkan pihak sekolah menanganinya.

Anak-anak perlu tahu bahwa Anda berada di pihak mereka. Dan bila suatu masalah besar timbul, Andalah satu-satunya yang dapat menjadi pahlawan mereka dan terkadang mereka butuh sosok pahlawan. Jika pihak sekolah tidak mengatasi masalah bullying, atau mereka tidak mengakui kondisi disleksia anak Anda, atau seorang guru tertentu membuat hidup anak Anda sengsara, tentu saja Anda perlu melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Dan anak Anda perlu tahu bahwa Anda akan hadir mendampingi mereka saat keadaan di luar kendali mereka. Itulah gunanya orang tua. Pilihan yang lain adalah anak Anda melihat bahwa Anda membiarkan mereka terus-menerus menderita.

Sering kali sulit bagi orang dewasa untuk dapat mengingat perasaan tidak berdaya yang kita rasakan saat kanak-kanak. Beberapa situasi yang mudah kita hadapi sekarang, mustahil kita hadapi saat menjadi anak-anak. Dan bersabar menghadapi sesuatu selama beberapa bulan tampak masuk akal sekarang. namun ketika usiamu 5 atau bahkan 15 tahun, beberapa bulan bisa terasa selamanya. Saya masih ingat rasa mual yang selalu timbul (berulang kali) sebelum sebuah pelajaran dimulai karena saya harus mengakui (untuk kesekian kalinya) saya tidak mengerjakan PR. Jika Anda menghadapkan saya kembali di depan guru yang sama saat ini dan beliau mencoba mengomeli saya, saya akan membalas dengan segala kemampuan yang saya miliki. Tapi dulu saya tidak sanggup melakukannya. Anak-anak telah dikondisikan untuk mengakui otoritas para guru, dan mereka tidak memiliki kemampuan maupun kekuatan untuk melawan sebuah sistem seorang diri. Di situlah peran Anda dibutuhkan.

Saya ragu-ragu apakah sebaiknya menggunakan istilah “melawan” pada Aturan ini. Karena tentunya, diplomasi adalah pendekatan yang selalu lebih baik daripada konfrontasi. Dan saya tidak menganjurkan Anda mendobrak masuk ke kantor kepala sekolah dan meneriakkan protes keras. Selalu lebih efektif jika Anda membiarkan mereka melihat bahwa Anda memahami pandangan mereka, lalu menuntun mereka untuk melihat pandangan Anda. Di sinilah pentingnya menjadi orang tua Pengikut Aturan. Karena, sebagai orang tua Pengikut Aturan, Anda menyadari perlunya menangani segala situasi dengan hati-hati jika Anda tidak ingin mereka membalikkan badan bahkan sebelum Anda mulai berbicara.

Penting bagi saya untuk menekankan bahwa Aturan 63 berhasil lebih baik jika Anda juga mengikuti Aturan 62. Dengan kata lain, jika pihak sekolah merasa Anda bukanlah orang tua yang biasa mengeluh, mereka akan lebih memerhatikan saat Anda tidak puas. Kalau dari dulu hingga sekarang Anda sering kali mengeluh dan memprotes persekolahan anak Anda, Anda akan dicatat sebagai orang tua tukang protes. Dan kemungkinan besar mereka tidak akan menggubris Anda jika masalah yang benar-benar penting tiba-tiba muncul.

ATURAN 4: Bullying adalah masalah serius

Saya mengenal seorang anak bernama Bill yang membenci namanya karena mudah sekali mengejeknya menggunakan namanya tersebut. “Bill, Bill, si tukang ngupil”, adalah ejekan favorit mereka. 20 Pada situasi tertentu (yang agak menyedihkan) kalimat itu tentu saja lucu, tapi Bill tidak merasa demikian.

Sangatlah mudah bagi orang tua untuk mengabaikan hal-hal macam ini. Mereka akan mengatakan kepada anaknya, “Binatang tahan palu, manusia tahan kias.” Orang tua Pengikut Aturan tentu saja, lebih pandai dari ini. Tentu saja, sedikit ejekan lebih dapat diterima daripada jika uang saku mereka ditodong setiap hari (yang merupakan tingkat agresivitas yang akan kita bahas pada Aturan berikutnya). Tapi tidak semua olok-olok dapat dikategorikan sebagai godaan ringan. Olok-olok dapat melukai dan menyinggung perasaan anak Anda dengan serius.

Hal yang terpenting adalah bagaimana anak Anda merasakannya. Tidak menjadi masalah apakah satu anak mengejeknya atau satu kelas memusuhinya. Tidak menjadi masalah apakah satu orang anak menendang kakinya atau satu geng memukuli mereka secara rutin. Tidak menjadi masalah apakah Anda lebih memilih istilah mengejek, menggoda, atau mem-bully. Satu-satunya cara menilai tingkat keparahan suatu masalah adalah dengan melihat bagaimana anak Anda merasakannya.

20 Tentu saja, dengan cara yang sama, mereka akan mudah menemukan sindiran berirama jika namanya Joe, Harry, atau Tom. Tapi tidak jika namanya Erasmus atau Quauhtli. Namun begitu, nama seperti itu tentu akan menimbulkan masalah lain lagi bagi mereka.

Dan jika anak Anda kesal dan merasa terluka, Anda harus melakukan sesuatu. Tentu saja Anda ingin melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja. Tergantung masalahnya, Anda mungkin perlu membicarakannya terlebih dulu dengan anak Anda sebelum menanganinya , atau Anda dapat membicarakannya dengan pihak sekolah. Atau mungkin Anda mempunyai kiat yang lebih manjur lainnya (mengganti nama Bill di akte kelahirannya tentu terlalu drastis). Tapi, Anda harus meyakinkan anak Anda bahwa jika mereka menganggapnya serius, maka Anda pun akan sependapat dengannya.

Saya perlu menekankan kehati-hatian saat Anda memutuskan untuk mengkonfrontasi orang tua yang lain. Jika seseorang melaporkan bahwa anak Anda adalah seorang tukang bully, pastinya Anda akan membelanya, setidaknya di muka umum, apa pun yang Anda katakan kepadanya secara pribadi. Sebagian besar konfrontasi antarorang tua dalam situasi ini berakhir dengan amarah dan kondisi yang lebih rumit. Jadi, jangan pernah mencobanya, kecuali jika Anda yakin dapat memperbaiki situasinya, bukan malah memperburuk.

ATURAN 5: Ajarkan mereka untuk berani membela diri

Tidak, saya tidak akan menganjurkan anak Anda untuk meninju siapa pun yang memberi mereka kesulitan. Tapi, bullying adalah bagian dari sifat manusia dan terjadi di semua sekolah (walaupun beberapa sekolah menanganinya lebih baik dari sekolah lain). Jadi, Anda perlu siap sedia menghadapinya. Jika anak Anda selalu di-bully, sudah kita lihat bahwa Anda harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Saya hanya akan membicarakan Aturan dan tidak ada ruang untuk membahas mengenai bullying di dalam buku ini, tapi mungkin itulah yang Anda butuhkan saat ini.

Jadi, apa yang dibahas Aturan ini? Jika anak Anda sedang—atau pernah di-bully, hal paling penting yang bisa Anda lakukan adalah mengajarkan mereka cara menanganinya sebelum situasinya lebih parah. Tahukah Anda penyebab anak di-bully? Karena mereka berbeda. Peneliti menemukan bahwa 75 persen anak di-bully karena penampilan mereka. Bahkan, satu dari lima anak pernah kabur, membolos, atau pura-pura sakit untuk menghindari ejekan mengenai penampilan mereka.

Dua metode tradisional dalam mengatasi bullying sifatnya saling bertolak belakang. Satu pendapat mengatakan Anda. mestinya menganjurkan anak Anda untuk membalas balik. Namun, walaupun seringkali berhasil, cara ini lebih sering mengakibatkan masalah bertambah besar. Pendapat lain yang juga populer adalah untuk tidak menghiraukannya dan akhirnya bullying akan berhenti sendiri. Ini adalah nasihat yang diberikan orang tua karena mereka menginginkannya terjadi. Tapi, pada kenyataannya tidak demikian. Semua bukti menunjukkan bahwa yang sebaliknyalah yang terjadi.

Jadi, apakah jawabannya? Kesempatan terbaik bagi anak Anda adalah dengan tampil percaya diri Lakukan kontak mata, dan alihkan perhatian si tukang bully dengan mengganti topic pembicaraan. Tentu saja, cara ini tidak selalu berhasil. Tapi, jika anak Anda secara alami sudah percaya diri, berani, dan peduli akan penampilannya, besar kemungkinan mereka tidak akan di-bully dari awalnya. Dan Anda pun dapat membekali mereka dengan semua ini jauh-jauh hari sebelum penggertakan pertama mereka.

Saya tidak mengatakan adalah akibat kesalahan Anda atau mereka jika anak-anak Anda di-bully. Lagi pula, bukanlah salah mereka jika mereka memakai kacamata atau memiliki kebutuhan khusus. Tapi, saya juga mengenal beberapa orang seperti itu yang tidak pernah di-bully. Intinya adalah, jangan memberikan amunisi kepada anak-anak lain untuk mengincar anak Anda. Sisiran rambut yang tidak terlalu rapi tidak akan diperhatikan, tapi rambut kucel atau tubuh yang beraroma tidak sedap dapat memicu bullying. Saya pernah bersekolah bersama dengan anak yang dijuluki “Si Bau Denton”. Nama depannya saja saya tidak ingat. Tapi yang jelas, saya dapat mengingat aroma tidak sedap yang memicu anak-anak lain untuk mengejeknya.

Anda dapat membantu anak-anak Anda menghindari bullying dengan memastikan mereka:

  • Percaya diri dan berani
  • Tidak kelebihan berat badan
  • Berpenampilan wajar (apik dan sudah mandi, kuku terpotong rapi, rambut tersisir rapi, dan sebagainya).

Sebuah awal yang sulit dan, di atas segalanya, Anda harus menyampaikan betapa pentingnya kontak mata dan untuk tidak kelihatan terintimidasi. Dengan begitu, Anda tahu bahwa Anda telah melakukan semua yang Anda bisa untuk melindungi mereka sebelum persoalan timbul.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security