10 ATURAN ANTARA PERAN SEKOLAH DAN PERAN ORANG TUA (BAGIAN 2)

ATURAN 6: Terimalah teman-teman anak Anda walaupun Anda tidak menyukai mereka

Apakah anak-anak Anda memiliki teman yang tidak Anda sukai? Mungkin itu anak liar yang suka menjambak rambut anak lain saat tidak ada yang melihat? Gadis di kelas lima yang kerap berteman hari ini dan memusuhi esok harinya? Anak 15 tahun itu yang sering sekali bolos (dan Anda yakin ia juga merokok)?

Ya, sepanjang masa sekolah anak Anda akan ada teman-teman mereka yang pastinya tidak Anda sukai. Mungkin Anda merasa mereka mengganggu anak Anda, atau membawa pengaruh buruk; membujuk anak Anda untuk membohongi guru atau absen dari sekolah. Ibu saya tidak suka dengan teman-teman saya yang bicaranya tidak sopan (sulit menghindarinya di sekolah yang saya hadiri). Untungnya, beliau tidak mengetahui ada teman yang telah mengajarkan saya cara membuat bahan peledak di gudang belakang kebunnya.

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan mengenai masalah ini? Dengan mengandaikan Anda telah membaca judul Aturan ini, tentunya Anda tahu apa yang akan saya bicarakan. Betul sekali-Anda dapat menerimanya dengan lapang dada. Anak Anda harus belajar memilih teman sendiri, walaupun terkadang Anda tidak menyukai pilihan mereka. Mereka harus memutuskan sendiri kapan mereka merasa cukup berteman dengan Kristina yang suka mempermainkan perasaan. Atau apakah ide yang bagus untuk bolos dari pelajaran bahasa Prancis bersama Joko.

Dan pada akhirnya, keputusan mereka tersebut akan bergantung kepada nilai-nilai yang selama ini Anda tanamkan pada mereka. Proses ini membutuhkan waktu. Mereka harus bereksperimen dengan teman-teman yang salah agar dapat mengenali mana. teman yang baik. Jadi, jangan merasa gondok jika pada usia 6 tahun mereka sudah berkumpul bersama anak-anak bandel, Pada akhirnya, pengasuhan Anda yang baik akan mengalahkan segalanya.

Sementara itu, mereka mempelajari banyak hal dari teman temannya, entah itu baik atau buruk. Tidak lulus di ujian mata pelajaran tertentu karena sering bolos, sebenarnya mengajarkan lebih banyak daripada jika selalu hadir dan lulus ujian. 22 Teman yang buruk mengajarkan banyak hal kepada anak-anak Anda, asalkan Anda terus mengawasinya.

Lagi pula, bagaimana Anda dapat yakin mereka adalah teman yang tidak baik? Mungkin anak Anda memiliki sifat buruk yang perlu disalurkan, walaupun Anda tidak menyukainya. Dan mungkin saja anak yang merokok itu sebenarnya cukup setia. Gadis kecil yang selalu membuat kesal putri Anda mungkin juga adalah orang yang selalu membelanya di depan tukang bully. Atau mungkin ia dapat membuat putri Anda tertawa di hari yang buruk. Anda tidak harus menerima jika anak Anda suka merokok dan merusak mobil orang lain tentunya, tapi teman mereka yang melakukan hal serupa bisa jadi cukup berharga untuk dijadikan teman

Secara pribadi, walaupun saya lebih menyukai sebagian dari teman-teman anak saya, saya menerima mereka semua dengan lapang dada. Bahkan anak yang paling tidak saya sukai pun jelas ,Walaupun, jelas sekali, tidak termasuk mahir berbahasa Prancis. sekali memberikan sesuatu bagi anak saya dalam pertemanan mereka. Justru dengan orang tua lainlah saya banyak memiliki masalah.

ATURAN 7: Ingatlah bahwa Anda adalah orang tua mereka, bukan guru mereka

Terang saja Anda menginginkan anak-anak Anda untuk berprestasi di sekolah, mendapat nilai tinggi dan mungkin berkesempatan kuliah di salah satu universitas ternama. Jadi, memang menggoda untuk sangat terlibat di dalam persekolahan mereka-entah itu memeriksa PR mereka atau menambahkan pengetahuan Anda kepada mereka.

Seorang ayah yang saya kenal menanyakan dengan rutin topic apa saja yang telah dipelajari anaknya di sekolah selama seminggu terakhir. Setelah itu, ia menghabiskan setengah hari hanya untuk memberikan apa yang ia tahu mengenai topik tersebut (yang ia yakin sekali lebih banyak daripada yang diketahui oleh guru anaknya). Cara yang hebat untuk membuat anak Anda membenci pelajaran dan membuat otaknya kelebihan muatan

Tugas guru adalah menyalurkan informasi kepada anak Anda dan membimbing mereka agar dapat mengerjakan ujian dengan baik. Inilah caranya prestasi anak dan juga guru diukur keberhasilannya. Anda, di lain pihak, bukanlah guru anak Anda. Biarkan mereka berbuat kesalahan dan memperbaikinya sendiri tanpa harus mengoreksinya untuk mereka. Anda dapat menekankan semua keterampilan hidup (misalnya Aturan 11) yang telah kita bahas sebelumnya, yang tidak dapat disediakan oleh pihak sekolah (dan yang tidak dapat diukur), namun sebenarnya lebih penting daripada prestasi akademik. Anda dapat mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru (karate, memancing, liburan di negara asing, buah zaitun), menemukan hobi baru, dan bertemu orang-orang baru. Anda dapat mendorong mereka untuk memandang dunia dengan lebih luas, mengajukan pertanyaan ataupun membentuk opini mereka sendiri.  Sekolah dapat dengan mudah mendominasi kehidupan anak Anda, dan tugas Andalah menjaganya tetap seimbang. Jika Anda menghabiskan banyak waktu mengomeli mereka mengenai PR dan hasil ujian, sekolah akan merambah ke seluruh bagian hidup mereka. Dan jika mereka sudah mendapatkan omelan di sekolah, mereka tidak butuh Anda melakukannya lagi di rumah. Sekali sudah cukup. Anda sebaiknya tidak meremehkan pihak sekolah dengan menyatakan bahwa menurut Anda guru mereka terlalu cerewet, alih-alih Anda dapat mengatakan, “Kau harus melakukan apa yang gurumu minta biarpun kau tidak menyetujuinya, tapi karena kau sudah diomeli di sekolah. Ibu tidak akan mengomeli kamu sekarang”, lalu Anda dapat mengganti topik pembicaraannya.

Ya, saya sadar mereka tetap harus mengerjakan PR mereka, tapi biarkan mereka melupakan masalah sekolah sebisa mungkin. Semakin dewasa anak Anda, semakin besar dominasi sekolah, dengan waktu belajar lebih panjang, tugas lebih banyak, dan tekanan lebih tinggi supaya mereka lulus. Jadi, semakin penting bagi Anda untuk memberikan mereka kesempatan melupakan sejenak masalah mereka di sekolah, setelah bel berbunyi.

Bukan berarti Anda tidak boleh menunjukkan minat sama sekali terhadap persekolahan mereka, atau mendiskusikan suatu topic jika mereka tertarik. Maksud saya adalah, berikanlah mereka ruang yang lebih luas dan perluas cara pandang mereka dengan memikirkan atau melakukan kegiatan lainnya.

ATURAN 8: Jangan memanjakan anak Anda

Kemungkinan besar ada seorang anak di dalam kelas anak Anda yang sering kali absen. Khususnya di musim hujan. Mereka selalu tidak hadir di sekolah dengan alasan sakit flu, batuk, atau alergi imajiner 23 Dan kalaupun mereka masuk sekolah, mereka tidak ikut permainan atau berenang, karena jarinya terluka atau tidak enak badan kemarin. Dulu, seorang teman sekolah saya juga sering absen dari sekolah setiap kali alergi serbuk sarinya kambuh. Ia melewatkan banyak pelajaran penting dan, karena teman-temannya sudah terbiasa tanpa kehadirannya, ia tidak punya banyak teman. Lagipula ia memiliki kebun luas di rumahnya-alergi serbuk sarinya kemungkinan lebih parah. jika ia berada di rumah daripada di sekolah.

Saya akan memberitahukan Anda apa yang telah saya pelajari selama bertahun-tahun. Orang tua yang kerap melarang anak – anaknya bersekolah karena sedikit sakit adalah orang-orang yang juga sering absen dari kantornya karena sedikit pusing atau flu. Anak-anak mereka akan tumbuh menjadi orang yang sering mengeluh dan mengharapkan perhatian setiap kali mereka mulai bersin-bersin. Lebih jauh lagi, mereka akan berkembang menjadi orang dewasa yang berpikir boleh-boleh saja bolos kerja jika mereka agak tak enak badan.

Saya ingin menyampaikan sesuatu untuk para orang tua ini (bukan Anda tentunya, karena Anda tidak akan melakukannya): jika Anda merasa sedikit flu, penyakit Anda akan tetap ada saat Anda di kantor ataupun di rumah. Jadi, sekalian saja, Saya tahu beberapa jenis alergi memang asli dan berdampak serius. Inilah sebabnya saya sangat kesal dengan semua pelaku yang hanya berpura-pura, karena mereka menurunkan kredibilitas penderita yang benar-benar sakit.

pergi ke kantor. Ini juga berlaku untuk anak-anak Anda. Anda tidak membantu dengan melatih mereka mengharapkan dunia akan berhenti berputar setiap kali mereka tidak enak badan. Dan atasan mereka di masa depan juga tidak akan berterima kasih kepada Anda, saat mereka lagi-lagi harus membatalkan promosi anak Anda karena, walaupun prestasinya bagus, jumlah kehadirannya terlalu sedikit.

Apa yang terjadi dengan nilai-nilai tradisional seperti ketegasan dan ketetapan hati? Kita orang tua Pengikut Aturan menginginkan anak-anak yang kuat, bukan anak yang loyo dan serapuh kupu- kupu. Yang lebih menarik, saya telah berkesempatan bekerja bersama orang-orang yang selalu masuk kerja walaupun ia sakit, dan orang-orang yang selalu meminta izin tiap kali ia mulai bersin-bersin. Dan Anda tahu? Orang-orang yang terus bekerja justru lebih jarang sakit daripada orang-orang yang setiap saat mengasihani dirinya.

Tentu saja, jika anak Anda benar-benar sakit mereka boleh saja tinggal di rumah. Tapi, jika mereka cukup bugar untuk berlari kesana-kemari, lebih baik mereka melakukannya di sekolah. Mereka boleh saja absen dari sekolah jika mereka cukup sakit sehingga harus berbaring di ranjang. Tetapi Anda harus ingat, mereka melewatkan pelajaran dan kehilangan kesempatan berkumpul dengan teman-temannya, dan itu tidak membantu mereka sama sekali. Dan, kita tak perlu berdebat mengenai apakah mereka akan menyebarkan kuman-kuman di sekolah. Memangnya Anda pikir awalnya mereka mendapatkan penyakit itu dari mana? Jika penyakitnya cukup ringan untuk mereka bisa ke sekolah, teman-temannya tidak akan kesulitan dengan kuman yang disebarkannya.

Jadi, jangan memanjakan anak-anak Anda. Merasa iba, boleh saja menderita flu itu tidak menyenangkan-tapi, jangan membiarkan mereka berpikir itu merupakan alasan untuk absen dari sekolah

ATURAN 9: Jangan beri tekanan lebih banyak

Anak Anda tentunya ingin memperoleh nilai yang baik di sekolah. Entah itu di dalam ujian semesteran atau hanya tes harian, entah itu hanya demi predikat baik ataukah mereka memang memerlukan nilainya untuk dapat naik tingkat–pokoknya mereka harus lulus, dan mungkin juga harus lulus dengan tingkatan tertentu.

Mereka sudah tahu itu. Para guru selalu mengingatkan mereka. Teman-teman juga mengingatkan mereka berulang-ulang. Mereka pun terus mengulanginya di dalam hati. Karena itu, mereka benar-benar tidak butuh Anda mengatakan hal yang serupa. Tekanan yang terlalu besar dapat menjadi kontra produktif. Akibatnya, anak-anak dapat menderita masalah psikologis yang kadang kala cukup serius.

Jadi, apa tugas Anda? Anda perlu menjaga keseimbangan kondisi mereka. Saat Anda berumur 16 tahun, misalnya, pihak sekolah cenderung memberikan kesan bahwa hidup Anda hanya bergantung kepada hasil sebuah ujian. Apakah benar? Tentu saja tidak. Einstein saja terkenal karena sering gagal.

Anda perlu mempertimbangkan seberapa tertekannya anak Anda dalam semua urusan ujian ini. Bukan tidak mungkin, mereka saat ini sudah merasakan tekanan yang berlebihan, bahkan tanpa kontribusi dari Anda. Jadi, alih-alih memberikan tekanan tambahan, Anda perlu menjaga keseimbangan kondisi anak Anda. Memang sulit melihat akhir dari suatu jenjang pendidikan saat Anda masih anak-anak.

 Kecuali jika cita-cita Anda menjadi dokter, astronot, atau sejenisnya. Jika demikian, saya akui memang ada gunanya juga.

Sudah menjadi tugas Anda tuk meyakinkan anak Anda bahwa ada banyak hal yang lebih penting di dalam hidup daripada pencapaian akademis. Dan orang-orang yang gagal menempuh ujian juga tetap dapat hidup bahagia. Ya, tentu saja akan sangat baik jika mereka mampu mengerjakan ujian dengan baik, tapi jika tidak, dunia tidak akan runtuh karenanya. Jika sang anak sudah terlalu tegang, maka Anda perlu mengatakan sesuatu untuk menanggalkan sebagian bebannya. Dengan begitu, kesempatan mereka untuk dapat berhasil akan lebih besar, bukannya stres. Jika ini berarti Anda juga harus meyakinkan mereka bahwa apa pun yang terjadi mereka akan baik-baik saja, maka itulah yang harus Anda lakukan..

Tapi, bagaimana jika mereka sama sekali tidak merasa stres, tidak menanggapinya dengan serius, atau tidak melihat akibat yang akan ditimbulkannya? Kalau begitu, maka Anda perlu memperjelas konsekuensinya tanpa eminta mereka untuk belajar lebih keras, tidak menonton televisi, atau pergi bersama teman-teman mereka. Cara agar Anda dapat melakukannya adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimana kau menilai tingkat keberhasilanmu di ujian akhir nanti? Apakah kau pernah memikirkan apa yang akan terjadi jika kau tidak lulus. Pada akhirnya, merekalah yang akan menentukan seberapa keras mereka harus belajar. Anda tidak dapat memaksa mereka. Bahkan jika Anda mengunci mereka di dalam kamarnya, tidak ada jaminan mereka akan belajar. Jadi, daripada menambahkan

beban lebih banyak, kenapa pula Anda tidak menjadi dewa penolong mereka, tempat di mana mereka dapat melarikan diri? Dan sekali mereka menyadari Anda tidak akan memaksa mereka belajar, akan lebih mudah bagi mereka menerapkan disiplin diri sendiri.

ATURAN 10: Mereka harus hidup dengan pilihan mereka sendiri (dan ini tidak salah)

Saat berusia 16 tahun, saya memutuskan untuk mengambil. jurusan Kehutanan. Setelah diterima dan akan memulai pelatihan, tiba-tiba saya mengumumkan bahwa sebenarnya saya ingin masuk ke sekolah seni. Memang perubahan yang drastis. Ibu saya tentunya sangat kesal, tapi dengan baik hatinya beliau menyimpan kekesalannya dan mendukung pilihan saya. Sampai sekarang saya masih tidak tahu apa yang menurut pendapatnya adalah yang terbaik bagi saya (jika memang ada).

Anda tidak dapat menahan diri untuk tidak mengomentari sebagian besar pilihan anak Anda jika Anda memang benar- benar peduli. Anda tentu khawatir mereka akan memilih mata pelajaran yang terlalu sulit bagi mereka, atau mereka memilihnya karena menyukai sang guru. Tapi, Anda tidak boleh melakukan apa-apa mengenai hal tersebut. Anda hanya dapat membantu mereka (dengan lembut, tanpa menekan atau memaksakan pilihan tertentu) menentukan sendiri pilihan terbaik menurut mereka, dan mendukung mereka, walaupun Anda khawatir pilihan tersebut mungkin bukanlah yang terbaik.

Anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri: apa yang akan terjadi jika mereka tidak mengikuti pilihan- pilihan yang menurut saya terbaik untuk mereka? Apakah saya menginginkan mereka mengambil pilihan ini demi diri mereka sendiri atau demi Anda? Saya tahu sebagai orang tua Pengikut Aturan Anda tidak akan mencoba menyetir anak Anda untuk mengikuti jalur atau bidang yang bukan pilihan mereka. Tapi, sangatlah mudah untuk menganggap diri Anda tahu apa yang terbaik bagi mereka. Anda mungkin merasa pilihan-pilihan Anda telah didasarkan oleh apa yang terbaik untuk mereka, tapi Anda bisa saja salah.

Tugas Anda sebagai orang tua, seperti yang telah berulang kali saya nyatakan, jauh lebih luas daripada peran sekolah. Anda tidak hanya mengajarkan mereka ilmu kimia, seni musik, atau bahasa Inggris. Anda juga mengajarkan mereka keterampilan dalam hidup, seperti bagaimana caranya menentukan sebuah pilihan. Jika Anda tidak membiarkan mereka melakukannya. sebenarnya Anda tidak membantu mereka sama sekali.

Pada kenyataannya, saya tidak tumbuh menjadi ahli kehutanan ataupun seniman. Saya tumbuh menjadi banyak hal yang berbeda sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi penulis. Saya memiliki seorang teman yang tidak dapat menentukan pilihannya antara mengambil mata pelajaran bahasa Latin atau bahasa Rusia, namun sekarang membuka agen lowongan pekerjaan. Ada pula teman lain yang tidak dapat memutuskan antara mengambil jurusan Filosofi atau Sosiologi di universitas. Sekarang ia bekerja di sebuah badan konservasi. Saya mengenal dua orang sarjana Kimia, seorang di antaranya sekarang berprofesi sebagai seorang bankir, sementara yang lain menjadi pelawak yang cukup sukses (ya, sungguh). Saya bahkan mengenal pria berumur 72 tahun yang meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun untuk menjadi pegawai kepabeanan. Di usia 60 tahun ia memutuskan untuk belajar ilmu Hukum dan menjadi seorang pengacara.

Anda lihat, pilihan yang kita ambil dapat memengaruhi jalan hidup yang akan kita tempuh, tapi tidaklah selalu yang kita harapkan. Jadi, sekalian saja anak Anda mempelajari bidang ilmu yang ia sukai. Dan jika Anda telah memberikan kepercayaan diri dan keterampilan yang akan mereka butuhkan setelah dewasa nanti, pilihan apa pun yang akan mereka ambil akan membuka jalan kepada karier yang akan membuat mereka bahagia nantinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security