10 ATURAN BERDAMPINGAN DENGAN ANAK REMAJA ANDA (BAGIAN 2)

ATURAN 6: Jangan menghadang kereta yang melaju kencang

Anda sudah mengetahui anak-anak Anda perlu dibiarkan melakukan kesalahan-kesalahan mereka sendiri (Aturan 2). Sejauh ini masih lancar. Sekarang, seberapa banyak dari pilihan pilihan berikut yang Anda izinkan boleh mereka putuskan sendiri:

  • Mengendarai sepeda motor?
  • Bolos sekolah?
  • Memaki?
  • Merokok?

Hmmm, ya, sulit. Masalahnya menjadi lebih berat, bukan? Apakah Anda benar-benar akan mengizinkan mereka melakukan semua tindakan di atas? Cobalah melihatnya dengan cara yang berbeda: bagaimana Anda akan menghentikan mereka? Pilihan Anda semakin terbatas saja hari-hari ini. Anda dapat meneriakkan larangan Anda (lihat Aturan 7), tapi hal tersebut tidak akan semenakutkan dibandingkan saat mereka berumur 5 tahun. Dan lagi pula, mereka dapat balas berteriak lebih kencang di usia ini. Anda dapat mengurung mereka di rumah, tapi setiap remaja yang pantas disebut remaja, hanya akan memanjat turun dari jendela, atau setidaknya berpura-pura baik hingga diperbolehkan keluar, lalu mencoba lebih hati-hati jangan sampai ketahuan lain kali.

Saya mengenal seseorang yang ayahnya telah mencoretnya dari daftar ahli waris (mereka keluarga yang sangat kaya) hanya karena telah menggunduli kepalanya. Bahkan hal itu tidak mendorongnya untuk menumbuhkan kembali rambutnya. Begitulah remaja-jika hilangnya kesempatan mendapatkan kekayaan berlimpah tidak cukup untuk memotivasi mereka, tidak ada yang bisa melakukannya (yang terjadi selanjutnya adalah sang ayah tiba-tiba meninggal sebelum memasukkan kembali putranya ke daftar ahli waris, sehingga sang anak benar-benar kehilangan kekayaannya.)

Jadi, pada dasarnya, tidak ada pilihan bagi Anda. Anak remaja Anda akan berperilaku layaknya remaja, apa pun yang Anda lakukan. Anda dapat menerimanya atau menentangnya. Jika Anda menentangnya, mereka akan lebih memilih pilihan yang tidak Anda sukai.

Oh, dan tentu saja, ada satu hal lain yang dapat Anda lakukan: memercayai mereka. Setiap anak ditawarkan banyak hal yang orang tua mereka tidak ingin mereka lakukan-seks, narkoba, rokok. Tapi, jika Anda memercayai mereka untuk membuat keputusan sendiri yang dapat dipertanggungjawabkan, besar kemungkinan mereka tidak  akan melakukannya. Percayalah kepada saya.

ATURAN 7 :Berteriak bukanlah jawabannya

Andaikan anak Anda telah melakukan semua tindakan yang kita bahas pada Aturan 6. Oke, itu terlalu buruk untuk diandaikan. Andaikan mereka hanya melakukan satu atau dua di antaranya, dan terjadi masalah. Apakah Anda lebih suka mereka mendatangi Anda untuk minta bantuan, atau tidak?

Tentu saja iya. Tidak perlu ditanya, tentu saja Anda mau menolongnya. Tapi, apakah Anda yakin mereka akan mengatakannya kepada Anda? Bagaimana caranya mereka memutuskan apakah akan memberitahu Anda atau tidak? Jawabannya adalah, mereka akan menilai dengan melihat kejadian di masa lalu ketika Anda mengetahui suatu masalah telah terjadi. Mungkin dari masalah sepele-ketika mereka menumpahkan cat di karpet, atau ketika mereka bilang akan diantar pulang dari pesta dan Anda mengetahui ternyata mereka menumpang mobil orang asing.

Bagaimana reaksi Anda ketika itu? Apakah Anda berteriak, memekik, dan menjerit kepada mereka dan mengatakan bahwa mereka telah mengecewakan Anda dan tak mungkin lagi dipercaya? Ataukah Anda mendiskusikannya dengan serius dan tenang, serta menjelaskan alasan Anda begitu khawatir?

Berteriak dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah mengecewakan Anda sesungguhnya bisa dibenarkan, TAPI, efek yang dihasilkannya akan berlawanan dengan apa yang Anda harapkan. Jika Anda ingin mereka datang saat terlibat masalah, mereka harus yakin bahwa Anda akan menanggapi dengan serius, tapi tidak berteriak. Mungkin Anda tidak menyukainya, tapi memang begitulah keadaannya. Mungkin Anda juga merasakan hal yang sama ketika remaja dulu. Jika orang tua Anda suka berteriak, saya yakin Anda tidak bercerita kepada orang tua Anda sebanyak yang diceritakan teman Anda kepada orang tua mereka yang tenang.

Kemungkinan besar, mereka juga sadar telah melakukan kesalahan atau kebodohan, dan mereka malu mengakuinya. Mereka benar-benar tidak membutuhkan Anda untuk meneriaki mereka dan menambah rasa malu mereka. Bahkan, jika reaksi Anda adalah tetap tenang dan tidak meremehkan, mereka mungkin akan berterima kasih kepada Anda. Dan ini akan menambah nilai untuk Anda saat suatu masalah terjadi di kemudian hari.

Ingatlah, anak akan menilai reaksi Anda terhadap masalah kecil yang timbul hari ini, esok, dan bulan depan. Pada dasarnya, saat anak Anda mencapai usia tertentu, Anda harus mengubah gaya pengasuhan Anda. Anda tidak bisa terus-menerus mendikte apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Anda harus lebih berperan sebagai mentor, penasihat. Jadi, setelah mereka mencapai usia 18 tahun, Anda dapat memperlakukan mereka dengan setara. Tentu saja, saat mereka tinggal di dalam rumah Anda, aturan rumah tetap berlaku, juga bagi teman atau bahkan orang tua Anda. Jika menyangkut apa yang anak Anda lakukan dengan hidupnya, Anda tidak memegang kendali, jadi jangan berpura-pura sebaliknya. Maka, berhentilah berteriak dan mulailah berbicara kepada mereka layaknya mereka orang dewasa. Mungkin awalnya sulit, tapi inilah satu-satunya cara yang dapat berhasil.

ATURAN 8:Setiap keinginan harus ada timbal baliknya

Salah satu hal penting yang harus dipelajari anak-anak Anda dalam hidup ini adalah hak dan kewajiban saling berhubungan. Dan sudah menjadi tugas Anda untuk mengajarkannya kepada mereka. Atau mungkin lebih baik saya mengatakan itu adalah tanggung jawab Anda.

Sebagai contoh, anak Anda dapat menuntut hak untuk dapat diperlakukan layaknya individu dewasa. Tapi, mereka pun harus menyadari hak tersebut juga terikat dengan tanggung jawab untuk berperilaku sebagai individu dewasa. Jika mereka lalai melaksanakan tanggung jawabnya, hak mereka pun hilang.

Ketika anak-anak Anda memasuki usia remaja, prinsip ini akan benar-benar memberikan pengaruh yang besar. Untuk setiap hak yang mereka tuntut (dan yakinlah, remaja suka sekali menuntut haknya), Anda dapat menunjukkan tanggung jawab yang harus mereka penuhi. Sepasang teman saya mengembangkannya hingga mencakup uang saku. Anak-anak mereka berhak mendapatkan sejumlah uang saku mingguan, tapi orang tua mereka menjelaskan bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab kepada keluarga..

Ini artinya, ada beberapa tugas harian yang harus mereka selesaikan agar kegiatan keluarga dapat berlangsung lancar. Tugas harian ini dapat berupa membersihkan dapur setelah waktu makan, menjaga kerapian, dan lain-lain. Jika anak-anak melalaikan tugas harian ini, uang saku mereka hangus.

Hal yang sama juga berlaku bagi hak untuk diperlakukan dengan hormat. Tanggung jawabnya adalah Anda juga harus memperlakukan orang lain dengan hormat. Jika anak Anda berteriak atau memaki Anda, mereka kehilangan hak untuk diperlakukan dengan hormat oleh Anda. Anda dapat berhenti menyimak mereka (atau setidaknya berpura-pura tidak menghiraukan mereka) hingga sikap mereka baik kembali.

Ketika anak Anda harus keluar menyongsong dunia yang luas, mereka perlu tahu prinsip ini. Mereka tidak dapat berharap mendapat sesuatu tanpa timbal baik. Dan masa remaja adalah saat yang terbaik bagi mereka untuk mempelajari hubungan antara hak dan kewajiban. Apa pun yang anak-anak Anda inginkan haruslah ada harganya: rasa hormat, uang, kebebasan, status.

Dan sebenarnya, anak-anak menyukai hal-hal seperti ini. Sungguh. Ini menunjukkan bahwa Anda sesungguhnya peduli. Ketika Anda mengatakan mereka tidak boleh pulang larut malam, kecuali jika mereka cukup bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada Anda di mana mereka berada, dan kapan mereka akan pulang, sebenarnya diam-diam mereka senang Anda peduli. Mereka tidak akan mengatakannya kepada Anda, tentunya. Tapi, mereka akan memberitahukan kapan mereka akan pulang, karena mereka menyadari, mereka akan kehilangan hak untuk keluar larut malam jika tidak melakukannya.

Jadi, bantulah anak Anda dengan memastikan mereka tidak lolos dengan mudah. Setiap kali mereka menginginkan sesuatu dari Anda, biarkan mereka mengetahui apa yang Anda harapkan sebagai balasannya. Keterampilan ini akan mengajarkan mereka nilai dari hak dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Dan ini juga akan membuat hidup Anda jauh lebih mudah.

ATURAN 9: Tunjukkan penghargaan pada hal-hal yang mereka gemari

Saya mengenal seseorang yang mulai mengalami gangguan psikologis di usia remaja. Awalnya ia senang menghabiskan waktu mendengarkan musik di kamar tidurnya. Inilah satu-satunya momen yang dapat memberikan kepuasan untuknya. Seiring waktu berlalu, kondisi psikologisnya makin parah. Bahkan setelah ia meninggalkan rumah orang tuanya, masalahnya tetap berlanjut. Bertahun-tahun kemudian, ia mengatakan sesuatu yang sangat menarik. la menjelaskan bahwa salah satu sebab runtuhnya kepercayaan dirinya adalah orang tuanya yang selalu berkomentar buruk mengenai musik yang ia dengarkan.

Anda lihat, saat Anda mengkritik pilihan anak remaja Anda, Anda sebenarnya mengkritik mereka pula. Masa remaja adalah masa yang dipenuhi ego yang rapuh dan kepercayaan diri yang mudah rusak. Sangatlah mudah bagi anak remaja Anda untuk merasa Anda tidak menyetujui mereka, atau bahkan membenci mereka. Apakah itu mengenai musik yang mereka sukai, pandangan politik mereka, cara mereka berpakaian, atau keputusan mereka untuk menjadi seorang vegetarian, mereka perlu mengetahui bahwa Anda menyetujuinya.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak paradoks dalam dunia remaja. Di satu pihak mereka ingin memberontak, ingin mengejutkan Anda, serta ingin membuat Anda kesal. Tapi, di pihak lain, mereka menginginkan persetujuan dan niat baik Anda. Saya mengerti kondisi ini membingungkan Anda, tapi bagi mereka ini jauh lebih buruk. Mereka terperangkap di dalam tubuh dan pikiran yang mencoba memerdekakan diri dari anak yang tergantung menjadi individu dewasa yang mandiri. Dan dalam sebagian besar waktu, mereka sendiri tidak mengetahui apa yang mereka inginkan. Sekali waktu mereka ingin tumbuh secepat mungkin, di waktu yang lain mereka terlalu takut dan ingin memperlambat lajunya. Anda harus menerimanya dan mengikuti iramanya.

Sementara itu, tumbuhkan minat Anda di dalam hal-hal yang mereka sukai. Mereka mungkin tidak menunjukkannya, tapi sebenarnya mereka menyukainya. Tidak perlu bersikap berlebihan-bahkan jangan pernah melakukannya, karena tidak ada yang lebih buruk dari seorang ayah 40 tahunan bertingkah seolah ia menyukai gerakan dansa mutakhir. Jangan mencoba terlalu keras-Anda hanya perlu menunjukkan minat di sini. Anda tidak perlu berpura-pura menjadi penggemar aliran musik atau gaya berpakaian mereka, tapi Anda juga tidak perlu menyangkalnya. Dan bahkan, Anda mungkin saja akan menemukan hal baru yang Anda sukai. Itulah salah satu nilai plus dari memiliki seorang anak remaja: mereka cukup dekat dengan kedewasaan untuk dapat menaruh minat pada hal-hal yang rumit. Anda pun dapat belajar banyak hal dari mereka jika saja mau membuka pikiran Anda. Dan tentu saja Anda  akan melakukannya.

ATURAN10:Budayakan perilaku sehat terhadap seks

Bukan, bukan kehidupan seks Anda sendiri. Saya berharap hal itu sudah cukup sehat. Yang saya maksudkan adalah seks secara umum, dan terutama, kehidupan seks anak remaja Anda. Mungkin mereka belum mengalaminya (apakah Anda yakin?). tapi cepat atau lambat mereka akan melakukannya. Dan Anda harus memastikan bahwa saat mereka memiliki kehidupan seks, hal tersebut membuat mereka bahagia, aman, dan melengkapi hidup mereka. Bukan seks yang berlangsung singkat, kotor, dan berantakan (oh, baiklah, memang selalu berantakan).

Faktor apakah yang dapat memastikan anak Anda akan memiliki pengalaman yang menyenangkan? Faktor apa pula yang dapat menunda pengalaman pertama mereka hingga mereka merasa siap? Betul sekali: perasaan nyaman dengan topik tersebut. Semakin banyak yang anak Anda ketahui mengenai seks, semakin mudah pula bagi mereka untuk menolak, atau menghormati perasaan pasangan mereka.

Percayalah, semakin sering Anda membicarakan mengenai seks (dan narkoba, alkohol, rokok, dan teman-temannya) di rumah, anak Anda akan semakin percaya diri untuk membuat keputusan pada saatnya. Bahkan orang tua yang berpikiran terbuka dan memiliki hubungan baik dengan anak mereka pun mengatakan ini adalah topik yang paling sulit didiskusikan. Para remaja pun merasakan kesulitan dalam membicarakannya. Tapi, sudah menjadi tugas Anda untuk menunjukkan betapa wajarnya membicarakan topik tersebut.

Tentunya, pihak sekolah akan mengajarkan kepada anak Anda mekanisme hubungan seksual. Selain itu, mereka pun akan menerangkan dasar-dasar penularan HIV dan PMS . Tapi, melihat ini, anak Anda kemungkinan hanya akan cekikikan bersama teman-temannya. Mereka tidak akan memahami bahwa seks adalah bagian yang normal dari kehidupan dewasa, dan berhubungan rumit dengan perasaan. Andalah yang harus menginformasikannya kepada mereka jangan mengandalkan pihak sekolah untuk melakukannya.

Tidak berarti Anda harus duduk membicarakan seks bersama anak Anda. Sebenarnya, saya pernah mencoba menyinggung topik ini secara formal kepada salah satu dari anak saya. Pada akhir pembicaraan saya bertanya apakah ada hal lain yang ingin ia ketahui. Ia menjawab. “Tidak, terima kasih. Yah Lagi pula, semua telah berubah sejak zaman Ayah.” Saya sangat terkejut mendengarnya, tapi ia menolak melanjutkan pembicaraan kami.

Tidak masalah jika Anda membicarakannya secara formal, jika Anda sanggup melakukannya tanpa harus menangis Tapi, seks tetap perlu menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari bilamana muncul, contohnya saat Anda membahas sebuah film, kabar berita, atau penuturan seorang teman. Daripada tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan setiap anak Anda datang, lanjutkan saja, dan bahkan tanyakanlah apa pendapat mereka. Pastikan saja Anda selalu menampilkan sudut pandang yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security