10 ATURAN BERDAMPINGAN DENGAN ANAK REMAJA ANDA (BAGIAN 1)

Mungkin sejauh ini, syukurlah anda merasa sukses memahami dan mengarahkan anak hingga pra remaja. Tapi memasuki masa remaja , anak  kita akan mulai menawarkan tantangan tersendiri yang bisa saja membuat kita merasa tidak tahu bagaimana  menjadi orang tua yang baik.

Satu hal yang perlu kita catat, jika kita mampu menjadi orang tua yang baik saat mereka melewati masa remaja, sebenarnya kita telah melewati lebih dari setengah tanggung jawab untuk membesarkan mereka. Artinya, bebrapa tahun ke depan, kita tinggal menanamkan nilai nilai dan prinsip yang anda inginkan untuk mereka miliki di kehidupan dewasa. Nah, mari kita coba lihat bagaimana aturan main yang bisa kita terapkan, baik untuk kita maupun anak kita .

ATURAN 1: Jangan panik

Masa remaja. Semua orang tua pernah menjalaninya. Dan ini sepertinya merupakan masa yang sangat menakutkan. Tiba-tiba, anak Anda yang mungil dan menggemaskan berubah menjadi seseorangyang sama sekali tidak Anda kenal. Masih mending jika mereka hanya merajuk dan membisu. Tapi bisa situasinya sangat buruk,mereka menjadi monster dari neraka. Maka Aturan yang pertama adalah: jangan panik. Memang seharusnya begini. Anda bukanlah satu-satunya orang tua yang harus melewati fase ini-kebanyakan dari kita juga mengalaminya.Sebagian orang tua dapat lolos dengan mudah, tapi jika Anda memiliki lebih dari satu anak, hampir mustahil untuk dapat membimbing mereka semua tanpa kesulitan.

Masih ingatkah Anda ketika anak Anda sedang mengalami”sindrom 2 tahun”? Sekarang, sindrom tersebut datang lagi-kali ini lebih besar dan menakutkan. Sindrom 2 tahun adalah masa ketika anak mulai menyadari mereka terpisah dari Anda.Pikiran mereka mulai terbuka, ingin menguji batasan-batasan mereka. Anak Anda harus menempuh jalan hidup mereka, dan mereka harus dapat melakukannya sendiri. Dan masa remaja adalah versi yang lebih besar dari sindrom 2 tahun. Jadi, disinilah saat mereka akan mencoba melepaskan diri. Dan Anda berdua tidak akan selalu setuju dengan seberapa jauh mereka boleh menyimpang dari batasan yang Anda tetapkan.

Tambahan gejolak hormon, yang beberapa di antaranya memengaruhi fungsi otak dan kemampuan komunikasi mereka (silakan cari di Internet jika Anda tidak memercayai saya), maka tidak heran Anda mendapat begitu banyak masalah.

Sebagian anak telah melewati gejolak masa remaja ketika usia mereka 16 atau 17 tahun, sementara yang lainnya belum mulai hingga awal usia 20-an. Tapi, hampir semua anak merasakan gejolak ini pada suatu waktu dan pada tingkat tertentu. Secara umum, anak yang sangat menikmati masa kanak-kanaknya, mungkin si bungsu yang menjadi kesayangan keluarga, memasuki gejolak remaja ini lebih lambat dibandingkan anak yang sudah bertingkah layaknya orang dewasa sejak usia 2 tahun. Tapi,mereka semua harus melewati fase ini jika pada akhirnya akan melepaskan diri dari Anda.

Seorang teman mengira ia telah lolos dari fase ini ketika putrinya menginjak usia 18 tahun tanpa menunjukkan ledakan amarah. Lalu bam! Enam bulan kemudian putrinya mulai menjadi pemarah, suka menggerutu, dan gejala keremajaan lainnya sementara teman-teman sebayanya mulai keluar dari fase ini. Anda lihat, bukan-tidaklah aman untuk berpaling dari mereka barang sebentar saja.

Kabar baiknya adalah setelah mereka tiba di seberang, pribadi yang Anda kenal sebelumnya akan kembali lagi. Dengan berbagai perubahan, tentunya-lebih dewasa dan bijaksana-tapi tetap menunjukkan nilai-nilai dan prinsip yang sejak lama Anda tanamkan. Anda hanya perlu yakin dan bertahan untuk beberapa tahun lagi, setelah itu semuanya akan berjalan dengan baik.

ATURAN 2: Ingatlah dalil ketiga Hukum Newton

Masalahnya adalah, Anda terlalu mencintai anak Anda. Jadi benar-benar tak tertahankan menyaksikan mereka melakuka kesalahan yang menurut Anda akan berimbas negatif di kemudian hari. Selama ini, Anda sudah terbiasa membiarkan mereka melakukan kesalahan-kesalahan kecil makan terlalu banyak puding, atau mengendarai sepeda terlalu cepat menuruni bukit Seiring berjalannya waktu, kesalahan-kesalahan yang mereka buat bertambah besar.

Jadi, sekarang Anda harus mengawasi mereka agar jangan sampai minum terlalu banyak pada pesta temannya, atau memakai  pakaian yang potongannya terlalu rendah (atau terlalu tinggi) Mungkin bahkan Anda harus mundur selangkah ke belakang ketika mereka memutuskan meninggalkan sekolah di usia 17 tahun, padahal harapan Anda mereka akan masuk universitas. Atau saat mereka menolak pekerjaan paruh waktu di akhir pekan karena malas bangun pagi di hari Sabtu. Masalahnya menjadi lebih besar daripada sekadar membiarkan anak Anda makan puding terlalu banyak. Risiko yang dipertaruhkan semakin bertambah besar.

Dan yang paling buruk adalah, Anda mungkin harus menyaksikan mereka melakukan kesalahan sama yang pernah Anda lakukan. Misalnya, mengedrop ilmu pasti hanya karena mereka membenci gurunya, padahal karier yang brilian menanti di depan mereka. Atau, menghabiskan semua uang  tabungan mereka untuk membeli sebuah mobil yang bisa menyala saja sudah bagus. Seandainya saja Anda melarang mereka. Mungkin Anda memang sudah melarang mereka. Kemungkinan besar dengan suara lantang dan dan paksaan…. Namun, apakah Anda juga mendengarkan orang tua Anda ketika mereka melarang Anda bertahun-tahub yang lalu?

Kecuali jika anak Anda melibatkan dirinya ke dalam bahaya yang serius, Anda memang harus menerima semuanya dengan lapang dada Bahkan, kadang kala, walaupun mengandung bahaya serius, Anda tidak punya pilihan lain. Semakin Anda mencoba melarang mereka, semakin Anda mendorong mereka ke arah yang berlawanan. Mereka mencari seseorang untuk ditendang dan dilawan, karena mereka telah terprogram seperti itu. Semakin besar kekuatan yang Anda gunakan, semakin kuat mereka melawan. Masih ingatkah Anda dalil ketiga dari Hukum Newton mengenai gerak? Setiap aksi akan menghasilkan reaksi yang sama besar, namun berlawanan arah. Beliau bisa saja menamakan dalilnya ini Hukum Pertama mengenai Remaja.

Jadi, apakah yang dapat Anda lakukan saat melihat mereka menuju jalan yang salah? Anda dapat mengutarakan perasaan Anda kepada mereka, tapi jangan mendikte tindakan yang harus mereka ambil. Berbicaralah sebagaimana Anda berbicara kepada individu dewasa yang setara dengan Anda. Jangan mengatakan, “Aku akan beri tahu pendapatku! Menurutku kau bodoh!” Tapi lebih seperti, “Keputusannya terserah kau, tapi apakah kau sudah memikirkan bagaimana kau akan membiayai waktumu setelah lulus”, Berbicaralah layaknya orang dewasa dan mungkin mereka akan menanggapinya secara dewasa pula. Dan jika memang tidak untuk kesempatan kali ini, mungkin Anda dapat melakukannya di kesempatan berikutnya. Tentunya mereka akan lebih cepat meminta nasihat Anda jika mereka tahu akan diperlakukan sebagai orang dewasa yang setara.

ATURAN 3: Berikan mereka hak bersuara

Anak Anda harus mempelajari cara membuat keputusan, berkompromi, dan bekerja di dalam tim. Dan cara terbaik untuk mengajarkan mereka semua itu adalah dengan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan keluarga. Mereka perlu dilibatkan di dalam keputusan-keputusan yang akan memengaruhi diri mereka, sebagaimana Anda pun mengharapkan hal yang serupa.

Tentu saja, mereka tidak selalu dapat memberikan suara penentu. Mereka perlu mengerti bahwa jika keputusannya menyangkut rumah atau uang Anda, maka Anda memiliki hak veto. Tapi kondisi ini tidak selalu berlaku demikian. Pada akhirnya, Anda bisa saja dipojokkan oleh anak-anak Anda. untuk bersedia membangun tiga kamar tambahan hanya karena mereka ingin memiliki kamar sendiri-sendiri. Tapi, Anda tetap dapat menanyakan mereka mengenai apa solusi terbaik dalam memanfaatkan ruang yang ada.

Semakin anak-anak bertambah dewasa, mereka harus melatih kemampuan mereka dalam membuat keputusan, memberikan masukan yang tepat, dan bagaimana agar dapat diperlakukan sebagai individu dewasa. Kenapa pula mereka tidak boleh menentukan warna cat kamar mereka, khususnya jika mereka akan mengecatnya sendiri? Saya masih ingat salah satu anak remaja saya berupaya menambal sebuah lubang kecil di tembok kamarnya. Ketika akhirnya ia selesai, tambalan yang dibuatnya menonjol, tidak halus, dan luasnya 6 inci. Saya tidak memperbaikinya. Saya sengaja membiarkannya sebagai kenang kenangan usaha pertamanya dalam mendekorasi. Walaupun ia telah lama meninggalkan rumah, tonjolan-tonjolan tersebut masih tetap pada tempatnya. Saat ini ia sudah piawai dalam mengecat dan membuat berbagai perabotan, tapi hasil karyanya yang pertama selalu mengingatkan bahwa pada suatu titik, saya harus mengizinkan anak saya mulai.

Dan bagaimana pula dengan rencana liburan keluarga, selagi mereka masih bersama Anda? Memang Anda harus menyediakan anggarannya, tapi saat anak-anak Anda sudah remaja, semua anggota keluarga berhak memutuskan tujuannya. Jika terpaksa, Anda juga dapat memveto, tapi mereka juga dapat melakukan hal yang serupa.

Betapa pun pentingnya, tentu saja masalahnya bukan hanya. mengenai bagaimana membuat keputusan. Tetapi ini juga menyangkut bagaimana membuat anak-anak Anda merasa ikut terlibat, terutama di dalam keputusan-keputusan yang memengaruhi semua orang. Jadi, Anda juga dapat menerapkan cara ini untuk menetapkan peraturan-peraturan. Semua anggota tim rugby Inggris pemenang Piala Dunia duduk bersama untuk menyetujui peraturan yang akan membuat mereka sukses. Mereka pun harus mematuhinya karena mereka semua telah ikut serta dalam merumuskan peraturan tersebut (dengan kata lain, mereka memilikinya”, jika menggunakan istilah bisnis ).

Dan tentu saja, semakin banyak kesempatan yang dapat Anda cari untuk memperlakukan anak remaja Anda sebagai individu dewasa yang bertanggung jawab, semakin baik pula hubungan Anda dengannya. Selain itu, mereka pun akan semakin terpacu untuk berperilaku sebagai individu dewasa yang bertanggung jawab. Dan hal ini melegakan semua orang.

ATURAN 4: Jangan mengintip ke bawah kasur

Anak remaja tertarik kepada hal-hal yang, saya yakin Anda. sendiri tidak ingin mengetahuinya. Tentu saja, sebenarnya Anda mengetahuinya, karena itulah Anda khawatir. Jika saja Anda benar-benar tidak peduli, Anda akan merasa lebih senang.

Percaya kepada saya, mungkin putri Anda dan pacarnya telah berbuat lebih jauh daripada yang Anda izinkan. Putra Anda telah membaca majalah porno atau film porno. Hingga kini, mereka telah mencoba setidaknya satu isapan rokok. Dan bisa saja, mereka pernah ditawarkan narkoba, tapi karena mereka tidak ingin ada barang bukti yang tergeletak di kamar mereka, jadi percuma saja Anda mencarinya. Puas? Bagus. Sekarang Anda tidak perlu mencari lagi di bawah kasur atau membaca buku harian mereka.

Anda tidak akan menemukan barang apa pun yang belum ditemukan oleh ribuan orang tua lain sebelum Anda. Bahkan, kemungkinan Anda tidak akan menemukan barang apa pun yang orang tua Anda sendiri belum pernah temukan. Dan apa yang akan Anda lakukan-mengkonfrontasi anak Anda? Sebaiknya jangan. Anda hanya akan merusak hubungan baik dengannya, lagi pula mereka hanya akan menyimpan barang tersebut pada celah di bawah lantai.

Mungkin sebaiknya Anda mengingat kembali barang-barang yang Anda ingin sembunyikan dari orang tua Anda. Bahkan, mungkin hingga kini pun Anda masih tertarik pada hal-hal yang Anda harap tak pernah diketahui orang tua Anda. Benar kan? Anak Anda hanya berperilaku seperti layaknya remaja normal. Dan jika Anda tidak membesar-besarkan kenormalan perilaku remaja tersebut, mereka akan lebih bersedia datang kepada Anda jika ada masalah yang keluar dari kendali mereka. Dan inilah poin yang paling penting. Jika Anda bersikap wajar terhadap apa yang Anda temukan di bawah kasur, mereka akan merasa dapat berbicara dengan Anda tanpa harus takut mendapat reaksi yang irasional.

Tidak ada manfaatnya jika Anda mengkhawatirkannya. Pada tahap ini Anda harus menggantungkan harapan pada apa yang telah Anda ajarkan selama bertahun-tahun ini. semakin Anda mempersulit mereka, semakin buruk sikap mereka. Jadi, janganlah mempersulit mereka.

Dan nilai tambahnya adalah, dengan Anda tidak mengintip ke bawah kasur atau membaca buku harian mereka, hal ini akan memperkuat hubungan Anda dengan mereka. Mereka akan lebih menghargai Anda karena telah menghormati hak privasi mereka (tentu saja mereka tidak akan mengatakan hal ini). Selain itu, mereka juga akan menghargai pandangan Anda yang cukup modern dan realistis sehingga mereka dapat melanjutkan masa remaja mereka tanpa gangguan.

ATURAN 5: Membuntuti mereka terus tidak ada manfaatnya

Anda memulai dengan menghitung dari 18 tahun dan terus mundur. Berapa banyak sisanya sekarang? Karena setelah Anda mencapai angka nol, mereka akan menempuh jalan mereka sendiri. Itu artinya, mereka harus tahu caranya berbelanja, memasak, merapikan kamar, mencuci pakaian, membayar tagihan, dan banyak hal lainnya.

Saya mengenal orang tua dan tanpa bermaksud diskriminatif di sini, tapi hampir selalu para ibu-yang masih tetap mengasuh anak mereka walaupun usianya sudah 18 tahun. Dan anak-anak, karena mereka tidak bodoh, membiarkan orang tua mereka melakukannya. Bahkan, saya mempunyai seorang teman berumur 35 tahun yang masih mengantarkan pakaian kotornya ke rumah ibunya. Maksud saya bukannya ia meminjam mesin cuci ibunya, tapi ia datang untuk menyerahkan cuciannya kepada ibunya dan membiarkan ibunya mencucinya. Butuh dua pihak untuk memainkan permainan itu.

Anda tinggal menghitung mundur beberapa tahun lagi hingga datangnya kebebasan. Dan jika pada usia 18 anak Anda tidak pernah mengoperasikan mesin cuci atau memasak hidangan yang cukup layak dimakan, apakah ini adil bagi mereka? Mereka mungkin tidak menyadari kerugiannya, tapi sebagai orang tua Pengikut Aturan. Anda mengetahui dengan jelas, bahwa memanjakan anak sama saja dengan tidak mempersiapkannya dengan layak untuk menghadapi dunia nyata. Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan anak Anda sebaik orang lain. Jadi, pikirkanlah apa yang masih harus mereka pelajari, dan pastikan mereka menguasainya. Jika pengaturan uang mereka masih lemah, ajarkan bagaimana mengatur anggaran belanja Mintalah mereka belanja keperluan rumah tangga Anda selama seminggu dengan bujet seperti biasanya, atau tegaskan Anda tidak akan mengisi ulang pulsa telepon genggam mereka di luar kesepakatan kalian.

Taruh nama mereka dalam jadwal mencuci pakaian keluarga sehingga mereka dapat belajar untuk mengoperasikan mesin cuci. Dengan begitu mereka akan mengetahui betapa mengesalkannya harus menggantung semua pakaian untuk kemudian melipatnya kembali nanti (mungkin mereka akan berpikir dua kali sebelum melemparkan pakaian yang hampir belum dipakai ke keranjang cucian).

Bahkan, Anda dapat menugaskan remaja yang lebih tua untuk menunggui rumah sementara Anda pergi beberapa hari. Ya, saya tahu apa yang Anda pikirkan. Dan ya, Anda juga harus menawarkan insentif yang cukup berharga sehingga mereka dapat menolak hasrat untuk mengundang teman-teman mereka dan berpesta di sana. Dan pastikan mereka mengetahui bahwa seorang teman atau tetangga juga mengawasi mereka.

Ayolah, Anda dapat lebih kreatif dalam menemukan cara menarik lain untuk mengajarkan mereka keterampilan-keterampilan yang vital, namun dapat menghibur mereka. Setidaknya sampai mereka bosan melakukannya, dan ketika saat itu tiba, mereka sudah mempelajari sesuatu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security