MENGAPA EMOSI ANAK BISA MELEDAK

Emosi Anak-anak Bisa Meledak?

Tingkah laku kemarahan anak Anda yang masih kecil tidak kunjung berhenti juga hari itu. Terdengar jeritan tingginya begitu memekakkan telinga. Dan banyak barang telah menjadi sasaran kemarahannya. Semua tindakan orangtua jadi salah. Secara naluriah, Anda ingin pergi meninggalkan situasi seperti ini bukan?? Namun ini bukanlah pilihan bijaksana. Pastilah ada solusi pemecahannya.

Hiruk-pikuk si kecil yang sedang berteriak dan menendang ini dapat membuat kita, para orangtua, frustasi. Bagaimana menghadapi situasi ini? Alih-alih melihat kemarahan sebagai suatu bencana, mari kita coba melihat kemarahan sebagai kesempatan untuk belajar.

Kenapa Emosi Anak-anak Bisa Meledak?

Ada berbagai perilaku ledakan emosi, mulai dari menangis dan melolong hingga menjerit, menendang, memukul, maupun menahan nafas kuat-kuat. Ledakan emosi biasanya terjadi dari usia 1 hingga 3 tahun, baik anak laki maupun perempuan. Temperamen anak-anak berubah secara dramatis, jadi beberapa anak mungkin mengalami ledakan emosi secara berkala, sedangkan yang lain mungkin hanya jarang-jarang saja.

Bahkan anak kecil yang baik sekalipun terkadang bisa mengalami ledakan emosi yang sangat kuat. Ini adalah bagian pengembangan diri yang normal dan tidaklah perlu dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Perlu disadari bahwa anak-anak belum memiliki kemampuan kontrol diri seperti orang dewasa.

Bayangkan bagaimana rasanya saat Anda butuh untuk mengoperasikan sebuah DVD Player dan tidak bisa melakukannya, tidak peduli betapa kerasnya Anda mencoba. Hal ini disebabkan karena Anda tidak mengerti cara melakukannya. Sangatlah membuat frustasi, bukan? Beberapa dari kita mungkin mengomel, melemparkan buku petunjuk pengoperasian, membanting pintu dan lain sebagainya. Itu adalah luapan emosi versi orang dewasa. Nah anak-anak juga mencoba menguasai dunia mereka, dan di saat mereka tidak bisa melakukan sesuatu, sering kali mereka menggunakan satu cara untuk melampiaskan kejengkelan mereka, yaitu meluapkan emosinya.

Beberapa penyebab dasar dari ledakan emosi yang sering dikenali adalah kebutuhan akan perhatian, lelah, lapar, ataupun perasaan tidak nyaman. Sebagai tambahan, ledakan emosi ini adalah akibat frustasinya si anak karena mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu (misalnya suatu benda ataupun perhatian orangtuanya) untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Frustasi merupakan suatu bagian dari hidup mereka yang tidak bisa dihindarkan sembari mereka mempelajari bagaimana manusia, benda, dan tubuh mereka bekerja.

Ledakan emosi juga umum dialami saat usia 2 tahun, saat di mana anak-anak belajar menguasai bahasa. Mereka mengerti akan sesuatu namun susah untuk mengatakannya karena keterbatasan bahasa. Bayangkan bila kita tidak bisa mengkomunikasikan kebutuhan kita kepada seseorang; ini adalah pengalaman buruk yang bisa memicu emosi. Dengan meningkatnya kemampuan berkomunikasi, ledakan emosi ini cenderung menurun.

Penyebab lain dari ledakan emosi terjadi saat anak harus melewati suatu masa dimana kebutuhan akan otonomi meningkat. Di masa ini mereka ingin mendapatkan suatu kebebasan dan pengendalian. Sebenarnya hal ini adalah kondisi yang bagus untuk memupuk semangat berjuang, di mana seringkali anak berpikir “aku bisa mengerjakannya sendiri” atau “aku mau itu, berikan itu padaku”. Nah, saat mereka merasa bahwa mereka tidak bisa mengerjakan atau tidak bisa memperoleh apa yang mereka inginkan, maka ledakan emosi bisa terpicu.

Menghindari Ledakan Emosi Kemarahan

Cara terbaik untuk mengatasi ledakan emosi adalah dengan menghindarinya bilamana memungkinkan. Berikut ini adalah strategi yang bisa membantu:

  • Pastikan anak Anda tidak bersandiwara hanya karena dia tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Bagi seorang anak, perhatian negatif (reaksi orangtua terhadap ledakan emosi kemarahannya) adalah lebih baik ketimbang tidak ada perhatian sama sekali. Cobalah untuk membiasakan diri mengenali perilaku baik sang anak dan memberikan penghargaan atas perilaku baiknya.
  • Cobalah memberi anak-anak tersebut suatu kontrol atas hal-hal kecil yang mereka sanggup lakukan. Hal ini akan memenuhi kebutuhan mereka akan kebebasan dan mengurangi ledakan emosi kemarahan secara drastis. Tawarkan pilihan kecil seperti “Apakah kamu mau jus jeruk atau jus apel?” atau “Apakah kamu mau menggosok gigi sebelum atau setelah mandi?”. Dengan cara ini, Anda tidak bertanya “Apakah kamu mau menggosok gigi sekarang?” yang tanpa bisa dihindari akan dijawab oleh sang anak dengan “Tidak”.
  • Simpan dengan baik benda-benda berbahaya agar di luar jangkauan anak-anak, jauhkan dari pandangan mata ataupun jangkauan tangan mereka; sehingga mereka tidak perlu berjuang begitu keras untuk mendapatkan benda-benda tersebut. Tentu saja hal ini tidaklah mungkin bisa dilakukan setiap waktu, khususnya di luar rumah di mana lingkungan tersebut tidaklah bisa dikendalikan.
  • Alihkan perhatian sang anak. Manfaatkan rentang perhatian anak yang pendek dengan menawarkan barang pengganti ataupun memulai aktivitas baru untuk menggantikan aktivitas yang berpotensi membuat frustasi ataupun yang dilarang. Atau bisa juga dengan mengganti suasana dengan membawa mereka ke ruang lain.
  • Tatkala anak-anak bermain atau berusaha menguasai suatu tugas baru, aturlah agar mereka bisa mengalami keberhasilan setahap demi setahap. Berikan mainan yang sesuai dengan umurnya. Juga mulailah dengan sesuatu yang sederhana dan mudah sebelum melanjutkannya dengan tugas yang lebih menantang.
  • Pertimbangkan permintaan anak dengan seksama. Apakah permintaan ini terlalu berlebihan atau tidak? Pertimbangkan dengan baik, penuhi permintaan tersebut bilamana tidak berlebihan.
  • Ketahui limit/batasan anak Anda. Jika Anda tahu anak sedang lelah, maka tidaklah tepat untuk mengajaknya berbelanja ataupun memintanya melakukan satu tugas lagi.

Jika anak masih mengulangi aktivitas yang dilarang padahal membahayakan, peganglah sang anak dengan kuat untuk beberapa menit. Tatap matanya dan katakan Anda tidak mengijinkan tindakannya. Tetaplah konsisten. Anak-anak harus mengerti bahwa Anda serius untuk masalah yang berkaitan dengan keamanan.

Taktik Menghadapi Ledakan Emosi Kemarahan

Hal terpenting yang harus diingat tatkala berhadapan dengan seorang anak yang sedang marah, tidak peduli apa sebabnya, adalah tetap bersikap tenang. Jangan memperparah keadaan dengan rasa frustasi Anda. Anak-anak bisa merasakan saat orangtua mereka menjadi frustasi. Hal ini bisa membuat frustasi mereka menjadi lebih parah. Tarik nafas dalam-dalam dan cobalah untuk berpikir lebih jernih. Anak Anda meniru teladan Anda. Memukul anak tidaklah membantu dalam situasi seperti ini; karena anak akan menangkap pesan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah dengan pukulan. Milikilah kontrol diri yang cukup.

Pertama, coba pahami apa yang sedang terjadi. Ledakan emosi kemarahan harus ditangani secara tersendiri tergantung dari penyebabnya. Cobalah untuk mengerti penyebabnya. Misalnya ketika anak Anda sedang mengalami kekecewaan besar, Anda perlu berempati dengannya sebelum mengarahkan tindakan dan sikap selanjutnya.

Situasinya akan berbeda saat menghadapi ledakan emosi dari seorang anak yang mengalami penolakan. Sadarilah bahwa anak kecil belum memiliki kemampuan untuk menjelaskan suatu alasan dengan baik, sehingga Anda mungkin tidak menerima penjelasan yang memuaskan. Mengabaikan ledakan amarah mereka adalah satu cara untuk menangani hal ini dengan catatan ledakan emosi ini tidak membahayakan anak Anda ataupun orang lain. Lanjutkan saja aktivitas Anda setelah memberikan perhatian sesaat, biarkan ia berkutat sendiri dengan perasaannya namun masih dalam jarak pandangan Anda. Jangan tinggalkan anak kecil Anda sendirian, bila tidak, dia akan merasa ditinggalkan dengan emosi yang masih belum terkontrol. Ingat cara ini tidak selalu berhasil namun untuk kasus ringan bisa jadi sangat membantu.

Nah ceritanya akan sangat berbeda jika anak-anak yang sedang marah tersebut berada dalam bahaya karena menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. Sebaiknya anak ini dibawa ke tempat yang tenang dan aman untuk ditenangkan. Hal ini juga berlaku untuk ledakan emosi yang terjadi di tempat umum.

Anak-anak yang lebih besar cenderung memanfaatkan ledakan emosi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apalagi jika mereka telah mengetahui taktik ini berhasil sebelumnya. Jika anak-anak tersebut telah bersekolah, adalah pantas untuk meminta mereka ke kamar mereka untuk menenangkan diri dan memikirkan perilakunya. Ketimbang menggunakan batasan waktu tertentu, orangtua bisa meminta mereka tetap berada di kamar hingga mereka telah bisa mengendalikan diri. Ini adalah pilihan untuk penguasaan di mana anak belajar untuk mengendalikan diri dengan tindakan mereka.

Setelah Badai Kemarahan

Terkadang seorang anak mengalami kesulitan menghentikan kemarahannya. Dalam kasus ini, kita bisa bantu mereka dengan berkata “Saya akan membantu menenangkanmu sekarang”. Tapi jangan beri penghargaan kepada anak Anda setelah kemarahannya dengan mengalah. Hal ini hanya akan membuktikan kepada anak Anda bahwa ledakan emosi adalah efektif untuk memaksakan kehendaknya. Sebagai gantinya, puji anak Anda atas keberhasilannya mengendalikan diri.

Setelah kemarahan, anak juga menjadi peka ketika mereka mengetahui bahwa mereka tidak lagi berlaku manis. Nah inilah saat yang tepat untuk memeluk mereka dan meyakinkan bahwa mereka tetap dicintai tanpa syarat.

sumber : rahasia mendidik anak agar sukses dan bahagia

AKIBAT SALAH MOTIVASI – TAKUTLAH YANG DIDAPAT

Motivasi … kata populer dalam mendidik anak-anak – dan juga karyawan. Mulai dari orangtua hingga kepala sekolah, pasti pernah melontarkan kata ajaib ini. “Anak ibu kurang motivasi. Tolong ya dimotivasi di rumah”. Atau “Motivasinya mudah dipengaruhi teman-temannya, jadinya dia sering ikut-ikutan ulah temannya. Tolong diperhatikan ya”. Pernah mendengar himbauan ini ?

Apakah motivasi itu? Menurut kamus Merriam-Webster’s 11th, motivasi adalah sesuatu (seperti kebutuhan atau keinginan) yang menyebabkan seseorang mau bertindak atau bereaksi. Definisi yang baik, bukan ? Karena baiknya, banyak orang yang menggunakannya namun seringkali kelebihan dosis, sehingga menjadi kurang tepat guna.

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Brave – lahir di urutan pertama. Pandangan yang beredar di masyarakat menyatakan bahwa seorang anak laki-laki harus mampu tumbuh menjadi anak pemberani dan bisa melindungi adik-adiknya maupun orangtuanya. Namun pada perkembangan anak ini, terjadi penyimpangan. Si anak tumbuh menjadi anak yang takut suasana gelap dan takut suara guntur.

Sebagai orangtua, penyimpangan ini disikapi dengan pemberian motivasi seperti ini, “Mama aja, dulu waktu masih kecil berani sama gelap. Waktu itu umur mama masih lebih kecil dari kamu loh. Masa kamu sudah SD masih saja takut. Kalau kamu masih bayi, wajar takut sama gelap. Sekarang kan sudah gede. Udah punya adik lagi.”

Atau ”Ayo… dong kak … masa sama guntur aja takut. Kan ada mama disini.” Atau “Ingat loh… nama kakak kan Brave, artinya itu pemberani. Jadi anak yang pemberani dong”.

Motivasi yang diberikan sang Bunda, justru membuat Brave menjadi lebih ciut nyalinya menghadapi suara keras dan gelap. Bahkan rasa takutnya ini merembet menjadi takut bertemu orang lain.

Rasa takut Brave terhadap gelap tentu punya sejarah sebelumnya. Usut punya usut, ternyata ketika Brave masih batita, pernah dikunci di kamar mandi oleh baby sitternya. Pengalaman traumatis ini, yang belum mendapatkan penanganan terbawa hingga sekarang dan diperparah dengan kesalahan memberi motivasi pada Brave. Maksud/niat sang ibu adalah baik yaitu menumbuhkan keberanian dalam diri anaknya namun kurangnya satu langkah dalam pemberian motivasi menyebabkan motivasi tersebut tidak diterima dengan baik oleh bawah sadar si anak. Langkah apakah yang kurang ?

Berikut langkah-langkah pemberian motivasi agar lebih berhasil dan didengar oleh anak.

1.    Pahami dan terima semua perasaan dan pikiran anak

Rasa takut, rasa malas, rasa tidak aman, rasa cemas, pastilah berawal dari pemikiran    yang salah yang tercipta dalam otak anak. Tugas kita pada saat awal ini adalah  menggali kesalahan-kesalahan pemikiran dari anak yang menyebabkan ia memiliki rasa takut dan perasaan negatif lainnya.
Setelah mendapatkan pemikiran salah yang melatarbelakangi munculnya perasaan itu, maka tugas selanjutnya adalah menerima dan memahami perasaan dan   pemikiran tersebut. Kesalahan terbesar orangtua adalah justru menertawakan, mengabaikan dan meremehkan perasaan dan pemikiran anak. Akibatnya, anak  menjadi semakin jauh dengan kita, sebagai orangtua dan ia menjadi tidak berani   terbuka dan jujur lagi.

Ada juga anak yang tidak termotivasi dalam belajar lebih dikarenakan ia merasa kurang diperhatikan oleh orangtua. Dampaknya ia menjadi malas belajar supaya mendapatkan perhatian walaupun negatif.

Dengan dimarahi atau ditemani ketika belajar, anak mendapatkan hal yang diinginkannya yaitu perhatian dan dekat dengan orangtua. Jika hal ini yang terjadi pada diri anak Anda terimalah perasaan kurang diperhatikan tersebut dan mulailah memberikan perhatian pada anak dengan memiliki waktu berdua – diluar jam  belajar.

2.    Katakan bahwa kita pernah mengalami perasaan serupa saat kecil (Atau jika tidak pernah, tetap katakan pernah mengalami).

Saat  anak mengetahui bahwa orangtua juga pernah mengalami hal serupa maka ini akan  membantu anak mengerti bahwa perasaannya adalah alami dan wajar. Selain itu, ia juga akan melihat diri kita sebagai seorang manusia yang sama dengan dirinya.

Perasaan sama ini akan semakin membuat figur kita menjadi mudah untuk dijangkau oleh anak. Apabila ada orangtua yang hanya menceritakan kehebatannya di masa kecil dapat dibayangkan kemungkinan apa yang terjadi.

Kemungkinan itu adalah anak  akan merasa rendah diri. Hal ini dikarenakan anak merasa orangtuanya adalah manusia yang super hebat. Sedangkan dirinya adalah manusia kecil yang tidak berdaya. Hal ini tentunya akan menciptakan jurang pemisah  yang semakin lebar antara orangtua dan anak secara tidak sadar. Bahkan ada anak yang merasa bahwa dirinya bukanlah anak dari orangtuanya, hanya karena ia merasa tidak sehebat papa atau mamanya. Atau kemungkinan lain, anak akan berusaha mati-matian menjadi diri orangtuanya ketika kecil (dengan bersikap dan berbicara yang mirip). Pada kasus yang ekstrem, anak akan kesulitan menjadi diri sendiri dan mengenal diri sendiri.

3.    Berikan pemikiran yang benar

Setelah tahu latar belakang pemikirannya yang membawa pada munculnya perasaan yang negatif, tugas kita selanjutnya adalah meluruskannya. Misalnya jika anak merasa takut dengan ujian yang akan dihadapi besok. Cukup katakan “Terkadang rasa takut itu membuat kita menjadi lebih siaga sehingga lebih waspada terhadap apa  yang akan dihadapi besok. Jadi rasa takut itu sebenarnya pengingat kita untuk menghadapi suatu tantangan”. Atau “Kadang-kadang mama harus menghadapi dulu tantangannya, kerjakan dulu dan selesaikan dulu, baru akhirnya mama sadar bahwa sebenarnya mama itu pintar juga lo.” “Ujian itu memang rasanya menakutkan tapi kalau kita sudah belajar, istirahat yang cukup, mama rasa pasti kita semua akan berhasil melewati. Kalaupun ternyata masih kurang memuaskan ya … tidak masalah    nanti pasti akan lebih baik lagi.”

4.    Berikan sugesti bahwa kita percaya pada kemampuan anak.

Pemberian sugesti ini akan membantu anak untuk mempercayai dirinya sendiri. Kadang kala rasa percaya diri timbul ketika ada satu orang yang percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk menghadapi suatu tantangan. Bagi seorang anak “satu orang” itu adalah kita sebagai orangtuanya, orang terdekatnya. Cukup katakan “Papa  percaya, malam ini kamu akan tidur dengan enak dan besok akan buka mata dengan badan yang segar.” Atau “Mama yakin ujian besok dapat kamu kerjakan dengan teliti dan rapi,  kerjakan saja dan nikmati semuanya, ok!”

Saya yakin dan percaya bahwa para pembaca sekalian akan mendapatkan hasil yang luar biasa menerapkan hal tersebut di atas karena apa yang saya bagikan ini adalah hal yang mendasar pada orang tua untuk bisa memotivasi anak.

Semoga bermanfaat

10 ATURAN ANTARA PERAN SEKOLAH DAN PERAN ORANG TUA (BAGIAN 1)

Suka atau tidak, anak kita haruslah mengenyam pendidikan formal. Dan anak kita berarti tidak akan selalu bersama kita sepanjang hari. Mereka akan mempunyai lingkungan lain yang berbeda dengan kita. Pendekatan kita akan memberikan perbedaan besar pada prestasi mereka di sekolah. Dan perlu kita ingat, prestasi ini tidak selalu menyangkut bidang akademik. Mari kita lihat beberapa hal penting dan aturan dasar agar mereka  terbantu melewati masa sekolah dengan lebih bahagia

ATURAN 1 :Pengajar di sekolah,  tidak sama dengan pendidikan di rumah
Saya mengenal beberapa orang yang lulus dari bangku sekolah tanpa mempelajari apa pun—kecuali mungkin daftar penjumlahan , perkalian, letak Burkina Faso, . Dengan kata lain,yang sekolah berikan hanyalah  informasi dan dasar dasar pengetahuan. Oke, dan juga beberapa kemampuan analitis seperti pembagian dan tata bahasa, yang kebanyakan mungkin tidak akan pernah Anda gunakan lagi. Beberapa diantaranya sebenarnya berguna, seperti pelajaran bahasa asing, tapi kebanyakan tampaknya tidak bernilai apa-apa.

Jangan salah sangka, saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan sekolah. Sekolah mengajarkan Anda cara belajar—yang merupakan keterampilan yang berguna sepanjang hidup Anda –tapi membutuhkan waktu 10 sampai 12 tahun, atau lebih, untuk  menjalaninya. Dan coba pikirkan semua hal yang tidak dipelajari anak Anda dari sekolah selama tahun-tahun normative tersebut. Bagaimana membuat keputusan sendiri, cara mengganti bola lampu, cara bersikap tegas, cara menghindari utang, bagaimana mendeteksi tanda awal perselisihan, bagaimana menyelesaikan perbedaan pendapatkan dengan baik, bagaimana mempelakukan orang lain dengan hormat, apa yang harus dilakukan saat mobil anda mogok, bagaimana melawan ketakutan anda, bagaimana menjadi pencundang yang baik, bagaimana menjadi pemenang yang baik…

“ Tapi sekolah mengajarkanmu cara menggapai kemenangan dan mengatasi kekalahan,”begitulah Anda berkata. “ Lagi pula, bukankah itu intinya pekan olahraga?” Betul, saya tahu sekolah juga memberikan anda banyak latihan dalam beberapa bidang tersebut (tapi tidak semuanya), tapi mereka tidak mengajarkan bagaimana caranya agar anda mahir melakukannya. Mereka membiarkan Anda terus-menerus kalah jika Anda membiarkannya. Setidaknya, semua hal yang banyak anak-anak Anda latih di sekolah, dapat pula mereka latih dengan baik di luar sekolah. Karena, dengan menjadi bagian dari sebuah kelompoklah yang mengajarkan anak-anak Anda perilaku sosial

apa yang dapat atau tidak dapat diterima. Para guru tidak berperan apa-apa dalam masalah ini. Mereka dapat mempelajari semua itu sama baiknya pada kelompok anak mana pun-di karang taruna, klub sepak bola, atau kelompok bermain.

Inti dari pembahasan saya adalah pengajaran di sekolah tidaklah sama dengan pendidikan di rumah. Pengajaran di sekolah memang penting, tapi tidak sepenting pendidikan yang baik. Tugas sekolah adalah memberikan pengajaran, tapi tugas Anda adalah mendidik mereka. Jangan mengharapkan sekolah melakukannya untuk Anda.

Saya mengenal anak-anak yang mendapat pendidikan di rumah, namun akhirnya menjadi orang yang lebih cakap, seimbang, dan matang daripada anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah tidak selalu perlu untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Saya bukannya ingin menyuruh Anda mendidik anak Anda di rumah (kecuali jika itu keinginan Anda). Saya hanya berpendapat, janganlah terlalu mengharapkan sekolah untuk memberikan sesuatu yang bergun kepada anak Anda kecuali informasi. Selebihnya terserah Anda.

ATURAN 2 :Sekolah datang dalam satu paket

Tidak ada sekolah yang sempurna. Di sekolah tempat anak Anda belajar terdapat ratusan, bahkan ribuan, orang tua, dan mustahil mereka semua setuju dengan semua keputusan sekolah. Jika semua kebijakan sekolah dibuat berdasarkan persetujuan mutlak semua orang tua, untuk menentukan jam masuk sekolah saja rasanya mustahil.

Jadi, tentu saja Anda tidak akan selalu menyetujui semua hal. Jumlah PR yang diberikan guru, jenis hukuman yang diperoleh siswa, seragam konyol yang harus dipakai, kenyataan bahwa perkumpulan mereka sekuler, kenyataan bahwa perkumpulan mereka tidak sekuler, memaksa murid belajar bahasa Prancis daripada Mandarin, memaksa anak-anak bermain dalam ruangan saat hujan… dan lain-lain.

Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya. Oke, Anda dapat pindah sekolah, tapi sekolah yang baru pasti menerapkan cara-cara yang mungkin Anda tidak setujui juga. Perbedaannya hanya pada jenisnya. Dan terlebih lagi, tidak ada yang anak Anda dapat lakukan. Ini artinya, Anda hanya akan membuat kehidupan sekolah mereka penuh kesengsaraan, dan mereka akan untuk meremehkan sistem pengajaran sekolah. Akibatnya, mereka akan terlibat banyak masalah dengan guru dan kemungkinan besar diejek oleh teman-teman mereka. Tidak, mereka tidak memerlukan pesan yang bertolak belakang antara sekolah dan rumah.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah sekolah datang dalam satu paket. Ada cara-cara yang Anda sukai dan ada cara-cara yang Anda tidak sukai. Jika cara-cara yang Anda tidak sukai lebih banyak daripada yang Anda sukai, Anda boleh berpikir kembali mengenai pindah sekolah-ini lain lagi persoalannya. Tapi, selama anak Anda bersekolah di sana, Anda harus menerima keseluruhan paket. Dan ini artinya Anda harus mendukung kebijakan sekolah, bahkan pada hal-hal yang tidak Anda pedulikan.

Anda harus mendorong anak-anak Anda untuk mengerjakan PR mereka, kendatipun menurut Anda tugas mereka sudah terlalu banyak. Dan Anda juga harus membujuk mereka agar mau memakai seragam konyol tersebut, atau mau bermain hoki, atau mau menghormati guru mereka walaupun mereka tidak menyukai guru tersebut.

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana jika anak Anda mengajukan pertanyaan langsung: “Apa menurut Ibu adil bahwa Pak Guru memberikan kami PR sebanyak ini?” Apakah Anda harus berbohong kepada mereka? Ya, Anda dapat menjawabnya dengan mengatakan apa yang barusan saya katakan: Sekolah datang dalam satu paket, dan selama kau berada di sana, kau harus menerima keseluruhan paketnya. Dengan begitu, Anda juga mendidik mereka bagaimana berfungsi sebagai bagian dari suatu kelompok. Bekerja sama dengan suatu sistem sesungguhnya leb penting daripada menyetujuinya.

ATURAN 3: Berpihaklah pada anak Anda

Aturan 2 adalah mengenal memberi dukungan kepada sekolah, bahkan saat Anda tidak menyetujui semua yang mereka lakukan. Tapi, ini bukannya tanpa syarat. Tentu saja, Anda harus mendukung semua kebijakan dan sistemnya secara umum karena itu bagian dari persetujuan yang Anda sepakati. Namun, banyak hal dapat tiba-tiba muncul dan mengganggu anak-anak Anda, dan Anda tidak bisa selalu mengharapkan pihak sekolah menanganinya.

Anak-anak perlu tahu bahwa Anda berada di pihak mereka. Dan bila suatu masalah besar timbul, Andalah satu-satunya yang dapat menjadi pahlawan mereka dan terkadang mereka butuh sosok pahlawan. Jika pihak sekolah tidak mengatasi masalah bullying, atau mereka tidak mengakui kondisi disleksia anak Anda, atau seorang guru tertentu membuat hidup anak Anda sengsara, tentu saja Anda perlu melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Dan anak Anda perlu tahu bahwa Anda akan hadir mendampingi mereka saat keadaan di luar kendali mereka. Itulah gunanya orang tua. Pilihan yang lain adalah anak Anda melihat bahwa Anda membiarkan mereka terus-menerus menderita.

Sering kali sulit bagi orang dewasa untuk dapat mengingat perasaan tidak berdaya yang kita rasakan saat kanak-kanak. Beberapa situasi yang mudah kita hadapi sekarang, mustahil kita hadapi saat menjadi anak-anak. Dan bersabar menghadapi sesuatu selama beberapa bulan tampak masuk akal sekarang. namun ketika usiamu 5 atau bahkan 15 tahun, beberapa bulan bisa terasa selamanya. Saya masih ingat rasa mual yang selalu timbul (berulang kali) sebelum sebuah pelajaran dimulai karena saya harus mengakui (untuk kesekian kalinya) saya tidak mengerjakan PR. Jika Anda menghadapkan saya kembali di depan guru yang sama saat ini dan beliau mencoba mengomeli saya, saya akan membalas dengan segala kemampuan yang saya miliki. Tapi dulu saya tidak sanggup melakukannya. Anak-anak telah dikondisikan untuk mengakui otoritas para guru, dan mereka tidak memiliki kemampuan maupun kekuatan untuk melawan sebuah sistem seorang diri. Di situlah peran Anda dibutuhkan.

Saya ragu-ragu apakah sebaiknya menggunakan istilah “melawan” pada Aturan ini. Karena tentunya, diplomasi adalah pendekatan yang selalu lebih baik daripada konfrontasi. Dan saya tidak menganjurkan Anda mendobrak masuk ke kantor kepala sekolah dan meneriakkan protes keras. Selalu lebih efektif jika Anda membiarkan mereka melihat bahwa Anda memahami pandangan mereka, lalu menuntun mereka untuk melihat pandangan Anda. Di sinilah pentingnya menjadi orang tua Pengikut Aturan. Karena, sebagai orang tua Pengikut Aturan, Anda menyadari perlunya menangani segala situasi dengan hati-hati jika Anda tidak ingin mereka membalikkan badan bahkan sebelum Anda mulai berbicara.

Penting bagi saya untuk menekankan bahwa Aturan 63 berhasil lebih baik jika Anda juga mengikuti Aturan 62. Dengan kata lain, jika pihak sekolah merasa Anda bukanlah orang tua yang biasa mengeluh, mereka akan lebih memerhatikan saat Anda tidak puas. Kalau dari dulu hingga sekarang Anda sering kali mengeluh dan memprotes persekolahan anak Anda, Anda akan dicatat sebagai orang tua tukang protes. Dan kemungkinan besar mereka tidak akan menggubris Anda jika masalah yang benar-benar penting tiba-tiba muncul.

ATURAN 4: Bullying adalah masalah serius

Saya mengenal seorang anak bernama Bill yang membenci namanya karena mudah sekali mengejeknya menggunakan namanya tersebut. “Bill, Bill, si tukang ngupil”, adalah ejekan favorit mereka. 20 Pada situasi tertentu (yang agak menyedihkan) kalimat itu tentu saja lucu, tapi Bill tidak merasa demikian.

Sangatlah mudah bagi orang tua untuk mengabaikan hal-hal macam ini. Mereka akan mengatakan kepada anaknya, “Binatang tahan palu, manusia tahan kias.” Orang tua Pengikut Aturan tentu saja, lebih pandai dari ini. Tentu saja, sedikit ejekan lebih dapat diterima daripada jika uang saku mereka ditodong setiap hari (yang merupakan tingkat agresivitas yang akan kita bahas pada Aturan berikutnya). Tapi tidak semua olok-olok dapat dikategorikan sebagai godaan ringan. Olok-olok dapat melukai dan menyinggung perasaan anak Anda dengan serius.

Hal yang terpenting adalah bagaimana anak Anda merasakannya. Tidak menjadi masalah apakah satu anak mengejeknya atau satu kelas memusuhinya. Tidak menjadi masalah apakah satu orang anak menendang kakinya atau satu geng memukuli mereka secara rutin. Tidak menjadi masalah apakah Anda lebih memilih istilah mengejek, menggoda, atau mem-bully. Satu-satunya cara menilai tingkat keparahan suatu masalah adalah dengan melihat bagaimana anak Anda merasakannya.

20 Tentu saja, dengan cara yang sama, mereka akan mudah menemukan sindiran berirama jika namanya Joe, Harry, atau Tom. Tapi tidak jika namanya Erasmus atau Quauhtli. Namun begitu, nama seperti itu tentu akan menimbulkan masalah lain lagi bagi mereka.

Dan jika anak Anda kesal dan merasa terluka, Anda harus melakukan sesuatu. Tentu saja Anda ingin melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja. Tergantung masalahnya, Anda mungkin perlu membicarakannya terlebih dulu dengan anak Anda sebelum menanganinya , atau Anda dapat membicarakannya dengan pihak sekolah. Atau mungkin Anda mempunyai kiat yang lebih manjur lainnya (mengganti nama Bill di akte kelahirannya tentu terlalu drastis). Tapi, Anda harus meyakinkan anak Anda bahwa jika mereka menganggapnya serius, maka Anda pun akan sependapat dengannya.

Saya perlu menekankan kehati-hatian saat Anda memutuskan untuk mengkonfrontasi orang tua yang lain. Jika seseorang melaporkan bahwa anak Anda adalah seorang tukang bully, pastinya Anda akan membelanya, setidaknya di muka umum, apa pun yang Anda katakan kepadanya secara pribadi. Sebagian besar konfrontasi antarorang tua dalam situasi ini berakhir dengan amarah dan kondisi yang lebih rumit. Jadi, jangan pernah mencobanya, kecuali jika Anda yakin dapat memperbaiki situasinya, bukan malah memperburuk.

ATURAN 5: Ajarkan mereka untuk berani membela diri

Tidak, saya tidak akan menganjurkan anak Anda untuk meninju siapa pun yang memberi mereka kesulitan. Tapi, bullying adalah bagian dari sifat manusia dan terjadi di semua sekolah (walaupun beberapa sekolah menanganinya lebih baik dari sekolah lain). Jadi, Anda perlu siap sedia menghadapinya. Jika anak Anda selalu di-bully, sudah kita lihat bahwa Anda harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Saya hanya akan membicarakan Aturan dan tidak ada ruang untuk membahas mengenai bullying di dalam buku ini, tapi mungkin itulah yang Anda butuhkan saat ini.

Jadi, apa yang dibahas Aturan ini? Jika anak Anda sedang—atau pernah di-bully, hal paling penting yang bisa Anda lakukan adalah mengajarkan mereka cara menanganinya sebelum situasinya lebih parah. Tahukah Anda penyebab anak di-bully? Karena mereka berbeda. Peneliti menemukan bahwa 75 persen anak di-bully karena penampilan mereka. Bahkan, satu dari lima anak pernah kabur, membolos, atau pura-pura sakit untuk menghindari ejekan mengenai penampilan mereka.

Dua metode tradisional dalam mengatasi bullying sifatnya saling bertolak belakang. Satu pendapat mengatakan Anda. mestinya menganjurkan anak Anda untuk membalas balik. Namun, walaupun seringkali berhasil, cara ini lebih sering mengakibatkan masalah bertambah besar. Pendapat lain yang juga populer adalah untuk tidak menghiraukannya dan akhirnya bullying akan berhenti sendiri. Ini adalah nasihat yang diberikan orang tua karena mereka menginginkannya terjadi. Tapi, pada kenyataannya tidak demikian. Semua bukti menunjukkan bahwa yang sebaliknyalah yang terjadi.

Jadi, apakah jawabannya? Kesempatan terbaik bagi anak Anda adalah dengan tampil percaya diri Lakukan kontak mata, dan alihkan perhatian si tukang bully dengan mengganti topic pembicaraan. Tentu saja, cara ini tidak selalu berhasil. Tapi, jika anak Anda secara alami sudah percaya diri, berani, dan peduli akan penampilannya, besar kemungkinan mereka tidak akan di-bully dari awalnya. Dan Anda pun dapat membekali mereka dengan semua ini jauh-jauh hari sebelum penggertakan pertama mereka.

Saya tidak mengatakan adalah akibat kesalahan Anda atau mereka jika anak-anak Anda di-bully. Lagi pula, bukanlah salah mereka jika mereka memakai kacamata atau memiliki kebutuhan khusus. Tapi, saya juga mengenal beberapa orang seperti itu yang tidak pernah di-bully. Intinya adalah, jangan memberikan amunisi kepada anak-anak lain untuk mengincar anak Anda. Sisiran rambut yang tidak terlalu rapi tidak akan diperhatikan, tapi rambut kucel atau tubuh yang beraroma tidak sedap dapat memicu bullying. Saya pernah bersekolah bersama dengan anak yang dijuluki “Si Bau Denton”. Nama depannya saja saya tidak ingat. Tapi yang jelas, saya dapat mengingat aroma tidak sedap yang memicu anak-anak lain untuk mengejeknya.

Anda dapat membantu anak-anak Anda menghindari bullying dengan memastikan mereka:

  • Percaya diri dan berani
  • Tidak kelebihan berat badan
  • Berpenampilan wajar (apik dan sudah mandi, kuku terpotong rapi, rambut tersisir rapi, dan sebagainya).

Sebuah awal yang sulit dan, di atas segalanya, Anda harus menyampaikan betapa pentingnya kontak mata dan untuk tidak kelihatan terintimidasi. Dengan begitu, Anda tahu bahwa Anda telah melakukan semua yang Anda bisa untuk melindungi mereka sebelum persoalan timbul.

10 ATURAN ANTARA PERAN SEKOLAH DAN PERAN ORANG TUA (BAGIAN 2)

ATURAN 6: Terimalah teman-teman anak Anda walaupun Anda tidak menyukai mereka

Apakah anak-anak Anda memiliki teman yang tidak Anda sukai? Mungkin itu anak liar yang suka menjambak rambut anak lain saat tidak ada yang melihat? Gadis di kelas lima yang kerap berteman hari ini dan memusuhi esok harinya? Anak 15 tahun itu yang sering sekali bolos (dan Anda yakin ia juga merokok)?

Ya, sepanjang masa sekolah anak Anda akan ada teman-teman mereka yang pastinya tidak Anda sukai. Mungkin Anda merasa mereka mengganggu anak Anda, atau membawa pengaruh buruk; membujuk anak Anda untuk membohongi guru atau absen dari sekolah. Ibu saya tidak suka dengan teman-teman saya yang bicaranya tidak sopan (sulit menghindarinya di sekolah yang saya hadiri). Untungnya, beliau tidak mengetahui ada teman yang telah mengajarkan saya cara membuat bahan peledak di gudang belakang kebunnya.

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan mengenai masalah ini? Dengan mengandaikan Anda telah membaca judul Aturan ini, tentunya Anda tahu apa yang akan saya bicarakan. Betul sekali-Anda dapat menerimanya dengan lapang dada. Anak Anda harus belajar memilih teman sendiri, walaupun terkadang Anda tidak menyukai pilihan mereka. Mereka harus memutuskan sendiri kapan mereka merasa cukup berteman dengan Kristina yang suka mempermainkan perasaan. Atau apakah ide yang bagus untuk bolos dari pelajaran bahasa Prancis bersama Joko.

Dan pada akhirnya, keputusan mereka tersebut akan bergantung kepada nilai-nilai yang selama ini Anda tanamkan pada mereka. Proses ini membutuhkan waktu. Mereka harus bereksperimen dengan teman-teman yang salah agar dapat mengenali mana. teman yang baik. Jadi, jangan merasa gondok jika pada usia 6 tahun mereka sudah berkumpul bersama anak-anak bandel, Pada akhirnya, pengasuhan Anda yang baik akan mengalahkan segalanya.

Sementara itu, mereka mempelajari banyak hal dari teman temannya, entah itu baik atau buruk. Tidak lulus di ujian mata pelajaran tertentu karena sering bolos, sebenarnya mengajarkan lebih banyak daripada jika selalu hadir dan lulus ujian. 22 Teman yang buruk mengajarkan banyak hal kepada anak-anak Anda, asalkan Anda terus mengawasinya.

Lagi pula, bagaimana Anda dapat yakin mereka adalah teman yang tidak baik? Mungkin anak Anda memiliki sifat buruk yang perlu disalurkan, walaupun Anda tidak menyukainya. Dan mungkin saja anak yang merokok itu sebenarnya cukup setia. Gadis kecil yang selalu membuat kesal putri Anda mungkin juga adalah orang yang selalu membelanya di depan tukang bully. Atau mungkin ia dapat membuat putri Anda tertawa di hari yang buruk. Anda tidak harus menerima jika anak Anda suka merokok dan merusak mobil orang lain tentunya, tapi teman mereka yang melakukan hal serupa bisa jadi cukup berharga untuk dijadikan teman

Secara pribadi, walaupun saya lebih menyukai sebagian dari teman-teman anak saya, saya menerima mereka semua dengan lapang dada. Bahkan anak yang paling tidak saya sukai pun jelas ,Walaupun, jelas sekali, tidak termasuk mahir berbahasa Prancis. sekali memberikan sesuatu bagi anak saya dalam pertemanan mereka. Justru dengan orang tua lainlah saya banyak memiliki masalah.

ATURAN 7: Ingatlah bahwa Anda adalah orang tua mereka, bukan guru mereka

Terang saja Anda menginginkan anak-anak Anda untuk berprestasi di sekolah, mendapat nilai tinggi dan mungkin berkesempatan kuliah di salah satu universitas ternama. Jadi, memang menggoda untuk sangat terlibat di dalam persekolahan mereka-entah itu memeriksa PR mereka atau menambahkan pengetahuan Anda kepada mereka.

Seorang ayah yang saya kenal menanyakan dengan rutin topic apa saja yang telah dipelajari anaknya di sekolah selama seminggu terakhir. Setelah itu, ia menghabiskan setengah hari hanya untuk memberikan apa yang ia tahu mengenai topik tersebut (yang ia yakin sekali lebih banyak daripada yang diketahui oleh guru anaknya). Cara yang hebat untuk membuat anak Anda membenci pelajaran dan membuat otaknya kelebihan muatan

Tugas guru adalah menyalurkan informasi kepada anak Anda dan membimbing mereka agar dapat mengerjakan ujian dengan baik. Inilah caranya prestasi anak dan juga guru diukur keberhasilannya. Anda, di lain pihak, bukanlah guru anak Anda. Biarkan mereka berbuat kesalahan dan memperbaikinya sendiri tanpa harus mengoreksinya untuk mereka. Anda dapat menekankan semua keterampilan hidup (misalnya Aturan 11) yang telah kita bahas sebelumnya, yang tidak dapat disediakan oleh pihak sekolah (dan yang tidak dapat diukur), namun sebenarnya lebih penting daripada prestasi akademik. Anda dapat mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru (karate, memancing, liburan di negara asing, buah zaitun), menemukan hobi baru, dan bertemu orang-orang baru. Anda dapat mendorong mereka untuk memandang dunia dengan lebih luas, mengajukan pertanyaan ataupun membentuk opini mereka sendiri.  Sekolah dapat dengan mudah mendominasi kehidupan anak Anda, dan tugas Andalah menjaganya tetap seimbang. Jika Anda menghabiskan banyak waktu mengomeli mereka mengenai PR dan hasil ujian, sekolah akan merambah ke seluruh bagian hidup mereka. Dan jika mereka sudah mendapatkan omelan di sekolah, mereka tidak butuh Anda melakukannya lagi di rumah. Sekali sudah cukup. Anda sebaiknya tidak meremehkan pihak sekolah dengan menyatakan bahwa menurut Anda guru mereka terlalu cerewet, alih-alih Anda dapat mengatakan, “Kau harus melakukan apa yang gurumu minta biarpun kau tidak menyetujuinya, tapi karena kau sudah diomeli di sekolah. Ibu tidak akan mengomeli kamu sekarang”, lalu Anda dapat mengganti topik pembicaraannya.

Ya, saya sadar mereka tetap harus mengerjakan PR mereka, tapi biarkan mereka melupakan masalah sekolah sebisa mungkin. Semakin dewasa anak Anda, semakin besar dominasi sekolah, dengan waktu belajar lebih panjang, tugas lebih banyak, dan tekanan lebih tinggi supaya mereka lulus. Jadi, semakin penting bagi Anda untuk memberikan mereka kesempatan melupakan sejenak masalah mereka di sekolah, setelah bel berbunyi.

Bukan berarti Anda tidak boleh menunjukkan minat sama sekali terhadap persekolahan mereka, atau mendiskusikan suatu topic jika mereka tertarik. Maksud saya adalah, berikanlah mereka ruang yang lebih luas dan perluas cara pandang mereka dengan memikirkan atau melakukan kegiatan lainnya.

ATURAN 8: Jangan memanjakan anak Anda

Kemungkinan besar ada seorang anak di dalam kelas anak Anda yang sering kali absen. Khususnya di musim hujan. Mereka selalu tidak hadir di sekolah dengan alasan sakit flu, batuk, atau alergi imajiner 23 Dan kalaupun mereka masuk sekolah, mereka tidak ikut permainan atau berenang, karena jarinya terluka atau tidak enak badan kemarin. Dulu, seorang teman sekolah saya juga sering absen dari sekolah setiap kali alergi serbuk sarinya kambuh. Ia melewatkan banyak pelajaran penting dan, karena teman-temannya sudah terbiasa tanpa kehadirannya, ia tidak punya banyak teman. Lagipula ia memiliki kebun luas di rumahnya-alergi serbuk sarinya kemungkinan lebih parah. jika ia berada di rumah daripada di sekolah.

Saya akan memberitahukan Anda apa yang telah saya pelajari selama bertahun-tahun. Orang tua yang kerap melarang anak – anaknya bersekolah karena sedikit sakit adalah orang-orang yang juga sering absen dari kantornya karena sedikit pusing atau flu. Anak-anak mereka akan tumbuh menjadi orang yang sering mengeluh dan mengharapkan perhatian setiap kali mereka mulai bersin-bersin. Lebih jauh lagi, mereka akan berkembang menjadi orang dewasa yang berpikir boleh-boleh saja bolos kerja jika mereka agak tak enak badan.

Saya ingin menyampaikan sesuatu untuk para orang tua ini (bukan Anda tentunya, karena Anda tidak akan melakukannya): jika Anda merasa sedikit flu, penyakit Anda akan tetap ada saat Anda di kantor ataupun di rumah. Jadi, sekalian saja, Saya tahu beberapa jenis alergi memang asli dan berdampak serius. Inilah sebabnya saya sangat kesal dengan semua pelaku yang hanya berpura-pura, karena mereka menurunkan kredibilitas penderita yang benar-benar sakit.

pergi ke kantor. Ini juga berlaku untuk anak-anak Anda. Anda tidak membantu dengan melatih mereka mengharapkan dunia akan berhenti berputar setiap kali mereka tidak enak badan. Dan atasan mereka di masa depan juga tidak akan berterima kasih kepada Anda, saat mereka lagi-lagi harus membatalkan promosi anak Anda karena, walaupun prestasinya bagus, jumlah kehadirannya terlalu sedikit.

Apa yang terjadi dengan nilai-nilai tradisional seperti ketegasan dan ketetapan hati? Kita orang tua Pengikut Aturan menginginkan anak-anak yang kuat, bukan anak yang loyo dan serapuh kupu- kupu. Yang lebih menarik, saya telah berkesempatan bekerja bersama orang-orang yang selalu masuk kerja walaupun ia sakit, dan orang-orang yang selalu meminta izin tiap kali ia mulai bersin-bersin. Dan Anda tahu? Orang-orang yang terus bekerja justru lebih jarang sakit daripada orang-orang yang setiap saat mengasihani dirinya.

Tentu saja, jika anak Anda benar-benar sakit mereka boleh saja tinggal di rumah. Tapi, jika mereka cukup bugar untuk berlari kesana-kemari, lebih baik mereka melakukannya di sekolah. Mereka boleh saja absen dari sekolah jika mereka cukup sakit sehingga harus berbaring di ranjang. Tetapi Anda harus ingat, mereka melewatkan pelajaran dan kehilangan kesempatan berkumpul dengan teman-temannya, dan itu tidak membantu mereka sama sekali. Dan, kita tak perlu berdebat mengenai apakah mereka akan menyebarkan kuman-kuman di sekolah. Memangnya Anda pikir awalnya mereka mendapatkan penyakit itu dari mana? Jika penyakitnya cukup ringan untuk mereka bisa ke sekolah, teman-temannya tidak akan kesulitan dengan kuman yang disebarkannya.

Jadi, jangan memanjakan anak-anak Anda. Merasa iba, boleh saja menderita flu itu tidak menyenangkan-tapi, jangan membiarkan mereka berpikir itu merupakan alasan untuk absen dari sekolah

ATURAN 9: Jangan beri tekanan lebih banyak

Anak Anda tentunya ingin memperoleh nilai yang baik di sekolah. Entah itu di dalam ujian semesteran atau hanya tes harian, entah itu hanya demi predikat baik ataukah mereka memang memerlukan nilainya untuk dapat naik tingkat–pokoknya mereka harus lulus, dan mungkin juga harus lulus dengan tingkatan tertentu.

Mereka sudah tahu itu. Para guru selalu mengingatkan mereka. Teman-teman juga mengingatkan mereka berulang-ulang. Mereka pun terus mengulanginya di dalam hati. Karena itu, mereka benar-benar tidak butuh Anda mengatakan hal yang serupa. Tekanan yang terlalu besar dapat menjadi kontra produktif. Akibatnya, anak-anak dapat menderita masalah psikologis yang kadang kala cukup serius.

Jadi, apa tugas Anda? Anda perlu menjaga keseimbangan kondisi mereka. Saat Anda berumur 16 tahun, misalnya, pihak sekolah cenderung memberikan kesan bahwa hidup Anda hanya bergantung kepada hasil sebuah ujian. Apakah benar? Tentu saja tidak. Einstein saja terkenal karena sering gagal.

Anda perlu mempertimbangkan seberapa tertekannya anak Anda dalam semua urusan ujian ini. Bukan tidak mungkin, mereka saat ini sudah merasakan tekanan yang berlebihan, bahkan tanpa kontribusi dari Anda. Jadi, alih-alih memberikan tekanan tambahan, Anda perlu menjaga keseimbangan kondisi anak Anda. Memang sulit melihat akhir dari suatu jenjang pendidikan saat Anda masih anak-anak.

 Kecuali jika cita-cita Anda menjadi dokter, astronot, atau sejenisnya. Jika demikian, saya akui memang ada gunanya juga.

Sudah menjadi tugas Anda tuk meyakinkan anak Anda bahwa ada banyak hal yang lebih penting di dalam hidup daripada pencapaian akademis. Dan orang-orang yang gagal menempuh ujian juga tetap dapat hidup bahagia. Ya, tentu saja akan sangat baik jika mereka mampu mengerjakan ujian dengan baik, tapi jika tidak, dunia tidak akan runtuh karenanya. Jika sang anak sudah terlalu tegang, maka Anda perlu mengatakan sesuatu untuk menanggalkan sebagian bebannya. Dengan begitu, kesempatan mereka untuk dapat berhasil akan lebih besar, bukannya stres. Jika ini berarti Anda juga harus meyakinkan mereka bahwa apa pun yang terjadi mereka akan baik-baik saja, maka itulah yang harus Anda lakukan..

Tapi, bagaimana jika mereka sama sekali tidak merasa stres, tidak menanggapinya dengan serius, atau tidak melihat akibat yang akan ditimbulkannya? Kalau begitu, maka Anda perlu memperjelas konsekuensinya tanpa eminta mereka untuk belajar lebih keras, tidak menonton televisi, atau pergi bersama teman-teman mereka. Cara agar Anda dapat melakukannya adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimana kau menilai tingkat keberhasilanmu di ujian akhir nanti? Apakah kau pernah memikirkan apa yang akan terjadi jika kau tidak lulus. Pada akhirnya, merekalah yang akan menentukan seberapa keras mereka harus belajar. Anda tidak dapat memaksa mereka. Bahkan jika Anda mengunci mereka di dalam kamarnya, tidak ada jaminan mereka akan belajar. Jadi, daripada menambahkan

beban lebih banyak, kenapa pula Anda tidak menjadi dewa penolong mereka, tempat di mana mereka dapat melarikan diri? Dan sekali mereka menyadari Anda tidak akan memaksa mereka belajar, akan lebih mudah bagi mereka menerapkan disiplin diri sendiri.

ATURAN 10: Mereka harus hidup dengan pilihan mereka sendiri (dan ini tidak salah)

Saat berusia 16 tahun, saya memutuskan untuk mengambil. jurusan Kehutanan. Setelah diterima dan akan memulai pelatihan, tiba-tiba saya mengumumkan bahwa sebenarnya saya ingin masuk ke sekolah seni. Memang perubahan yang drastis. Ibu saya tentunya sangat kesal, tapi dengan baik hatinya beliau menyimpan kekesalannya dan mendukung pilihan saya. Sampai sekarang saya masih tidak tahu apa yang menurut pendapatnya adalah yang terbaik bagi saya (jika memang ada).

Anda tidak dapat menahan diri untuk tidak mengomentari sebagian besar pilihan anak Anda jika Anda memang benar- benar peduli. Anda tentu khawatir mereka akan memilih mata pelajaran yang terlalu sulit bagi mereka, atau mereka memilihnya karena menyukai sang guru. Tapi, Anda tidak boleh melakukan apa-apa mengenai hal tersebut. Anda hanya dapat membantu mereka (dengan lembut, tanpa menekan atau memaksakan pilihan tertentu) menentukan sendiri pilihan terbaik menurut mereka, dan mendukung mereka, walaupun Anda khawatir pilihan tersebut mungkin bukanlah yang terbaik.

Anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri: apa yang akan terjadi jika mereka tidak mengikuti pilihan- pilihan yang menurut saya terbaik untuk mereka? Apakah saya menginginkan mereka mengambil pilihan ini demi diri mereka sendiri atau demi Anda? Saya tahu sebagai orang tua Pengikut Aturan Anda tidak akan mencoba menyetir anak Anda untuk mengikuti jalur atau bidang yang bukan pilihan mereka. Tapi, sangatlah mudah untuk menganggap diri Anda tahu apa yang terbaik bagi mereka. Anda mungkin merasa pilihan-pilihan Anda telah didasarkan oleh apa yang terbaik untuk mereka, tapi Anda bisa saja salah.

Tugas Anda sebagai orang tua, seperti yang telah berulang kali saya nyatakan, jauh lebih luas daripada peran sekolah. Anda tidak hanya mengajarkan mereka ilmu kimia, seni musik, atau bahasa Inggris. Anda juga mengajarkan mereka keterampilan dalam hidup, seperti bagaimana caranya menentukan sebuah pilihan. Jika Anda tidak membiarkan mereka melakukannya. sebenarnya Anda tidak membantu mereka sama sekali.

Pada kenyataannya, saya tidak tumbuh menjadi ahli kehutanan ataupun seniman. Saya tumbuh menjadi banyak hal yang berbeda sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi penulis. Saya memiliki seorang teman yang tidak dapat menentukan pilihannya antara mengambil mata pelajaran bahasa Latin atau bahasa Rusia, namun sekarang membuka agen lowongan pekerjaan. Ada pula teman lain yang tidak dapat memutuskan antara mengambil jurusan Filosofi atau Sosiologi di universitas. Sekarang ia bekerja di sebuah badan konservasi. Saya mengenal dua orang sarjana Kimia, seorang di antaranya sekarang berprofesi sebagai seorang bankir, sementara yang lain menjadi pelawak yang cukup sukses (ya, sungguh). Saya bahkan mengenal pria berumur 72 tahun yang meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun untuk menjadi pegawai kepabeanan. Di usia 60 tahun ia memutuskan untuk belajar ilmu Hukum dan menjadi seorang pengacara.

Anda lihat, pilihan yang kita ambil dapat memengaruhi jalan hidup yang akan kita tempuh, tapi tidaklah selalu yang kita harapkan. Jadi, sekalian saja anak Anda mempelajari bidang ilmu yang ia sukai. Dan jika Anda telah memberikan kepercayaan diri dan keterampilan yang akan mereka butuhkan setelah dewasa nanti, pilihan apa pun yang akan mereka ambil akan membuka jalan kepada karier yang akan membuat mereka bahagia nantinya.

10 ATURAN BERDAMPINGAN DENGAN ANAK REMAJA ANDA (BAGIAN 1)

Mungkin sejauh ini, syukurlah anda merasa sukses memahami dan mengarahkan anak hingga pra remaja. Tapi memasuki masa remaja , anak  kita akan mulai menawarkan tantangan tersendiri yang bisa saja membuat kita merasa tidak tahu bagaimana  menjadi orang tua yang baik.

Satu hal yang perlu kita catat, jika kita mampu menjadi orang tua yang baik saat mereka melewati masa remaja, sebenarnya kita telah melewati lebih dari setengah tanggung jawab untuk membesarkan mereka. Artinya, bebrapa tahun ke depan, kita tinggal menanamkan nilai nilai dan prinsip yang anda inginkan untuk mereka miliki di kehidupan dewasa. Nah, mari kita coba lihat bagaimana aturan main yang bisa kita terapkan, baik untuk kita maupun anak kita .

ATURAN 1: Jangan panik

Masa remaja. Semua orang tua pernah menjalaninya. Dan ini sepertinya merupakan masa yang sangat menakutkan. Tiba-tiba, anak Anda yang mungil dan menggemaskan berubah menjadi seseorangyang sama sekali tidak Anda kenal. Masih mending jika mereka hanya merajuk dan membisu. Tapi bisa situasinya sangat buruk,mereka menjadi monster dari neraka. Maka Aturan yang pertama adalah: jangan panik. Memang seharusnya begini. Anda bukanlah satu-satunya orang tua yang harus melewati fase ini-kebanyakan dari kita juga mengalaminya.Sebagian orang tua dapat lolos dengan mudah, tapi jika Anda memiliki lebih dari satu anak, hampir mustahil untuk dapat membimbing mereka semua tanpa kesulitan.

Masih ingatkah Anda ketika anak Anda sedang mengalami”sindrom 2 tahun”? Sekarang, sindrom tersebut datang lagi-kali ini lebih besar dan menakutkan. Sindrom 2 tahun adalah masa ketika anak mulai menyadari mereka terpisah dari Anda.Pikiran mereka mulai terbuka, ingin menguji batasan-batasan mereka. Anak Anda harus menempuh jalan hidup mereka, dan mereka harus dapat melakukannya sendiri. Dan masa remaja adalah versi yang lebih besar dari sindrom 2 tahun. Jadi, disinilah saat mereka akan mencoba melepaskan diri. Dan Anda berdua tidak akan selalu setuju dengan seberapa jauh mereka boleh menyimpang dari batasan yang Anda tetapkan.

Tambahan gejolak hormon, yang beberapa di antaranya memengaruhi fungsi otak dan kemampuan komunikasi mereka (silakan cari di Internet jika Anda tidak memercayai saya), maka tidak heran Anda mendapat begitu banyak masalah.

Sebagian anak telah melewati gejolak masa remaja ketika usia mereka 16 atau 17 tahun, sementara yang lainnya belum mulai hingga awal usia 20-an. Tapi, hampir semua anak merasakan gejolak ini pada suatu waktu dan pada tingkat tertentu. Secara umum, anak yang sangat menikmati masa kanak-kanaknya, mungkin si bungsu yang menjadi kesayangan keluarga, memasuki gejolak remaja ini lebih lambat dibandingkan anak yang sudah bertingkah layaknya orang dewasa sejak usia 2 tahun. Tapi,mereka semua harus melewati fase ini jika pada akhirnya akan melepaskan diri dari Anda.

Seorang teman mengira ia telah lolos dari fase ini ketika putrinya menginjak usia 18 tahun tanpa menunjukkan ledakan amarah. Lalu bam! Enam bulan kemudian putrinya mulai menjadi pemarah, suka menggerutu, dan gejala keremajaan lainnya sementara teman-teman sebayanya mulai keluar dari fase ini. Anda lihat, bukan-tidaklah aman untuk berpaling dari mereka barang sebentar saja.

Kabar baiknya adalah setelah mereka tiba di seberang, pribadi yang Anda kenal sebelumnya akan kembali lagi. Dengan berbagai perubahan, tentunya-lebih dewasa dan bijaksana-tapi tetap menunjukkan nilai-nilai dan prinsip yang sejak lama Anda tanamkan. Anda hanya perlu yakin dan bertahan untuk beberapa tahun lagi, setelah itu semuanya akan berjalan dengan baik.

ATURAN 2: Ingatlah dalil ketiga Hukum Newton

Masalahnya adalah, Anda terlalu mencintai anak Anda. Jadi benar-benar tak tertahankan menyaksikan mereka melakuka kesalahan yang menurut Anda akan berimbas negatif di kemudian hari. Selama ini, Anda sudah terbiasa membiarkan mereka melakukan kesalahan-kesalahan kecil makan terlalu banyak puding, atau mengendarai sepeda terlalu cepat menuruni bukit Seiring berjalannya waktu, kesalahan-kesalahan yang mereka buat bertambah besar.

Jadi, sekarang Anda harus mengawasi mereka agar jangan sampai minum terlalu banyak pada pesta temannya, atau memakai  pakaian yang potongannya terlalu rendah (atau terlalu tinggi) Mungkin bahkan Anda harus mundur selangkah ke belakang ketika mereka memutuskan meninggalkan sekolah di usia 17 tahun, padahal harapan Anda mereka akan masuk universitas. Atau saat mereka menolak pekerjaan paruh waktu di akhir pekan karena malas bangun pagi di hari Sabtu. Masalahnya menjadi lebih besar daripada sekadar membiarkan anak Anda makan puding terlalu banyak. Risiko yang dipertaruhkan semakin bertambah besar.

Dan yang paling buruk adalah, Anda mungkin harus menyaksikan mereka melakukan kesalahan sama yang pernah Anda lakukan. Misalnya, mengedrop ilmu pasti hanya karena mereka membenci gurunya, padahal karier yang brilian menanti di depan mereka. Atau, menghabiskan semua uang  tabungan mereka untuk membeli sebuah mobil yang bisa menyala saja sudah bagus. Seandainya saja Anda melarang mereka. Mungkin Anda memang sudah melarang mereka. Kemungkinan besar dengan suara lantang dan dan paksaan…. Namun, apakah Anda juga mendengarkan orang tua Anda ketika mereka melarang Anda bertahun-tahub yang lalu?

Kecuali jika anak Anda melibatkan dirinya ke dalam bahaya yang serius, Anda memang harus menerima semuanya dengan lapang dada Bahkan, kadang kala, walaupun mengandung bahaya serius, Anda tidak punya pilihan lain. Semakin Anda mencoba melarang mereka, semakin Anda mendorong mereka ke arah yang berlawanan. Mereka mencari seseorang untuk ditendang dan dilawan, karena mereka telah terprogram seperti itu. Semakin besar kekuatan yang Anda gunakan, semakin kuat mereka melawan. Masih ingatkah Anda dalil ketiga dari Hukum Newton mengenai gerak? Setiap aksi akan menghasilkan reaksi yang sama besar, namun berlawanan arah. Beliau bisa saja menamakan dalilnya ini Hukum Pertama mengenai Remaja.

Jadi, apakah yang dapat Anda lakukan saat melihat mereka menuju jalan yang salah? Anda dapat mengutarakan perasaan Anda kepada mereka, tapi jangan mendikte tindakan yang harus mereka ambil. Berbicaralah sebagaimana Anda berbicara kepada individu dewasa yang setara dengan Anda. Jangan mengatakan, “Aku akan beri tahu pendapatku! Menurutku kau bodoh!” Tapi lebih seperti, “Keputusannya terserah kau, tapi apakah kau sudah memikirkan bagaimana kau akan membiayai waktumu setelah lulus”, Berbicaralah layaknya orang dewasa dan mungkin mereka akan menanggapinya secara dewasa pula. Dan jika memang tidak untuk kesempatan kali ini, mungkin Anda dapat melakukannya di kesempatan berikutnya. Tentunya mereka akan lebih cepat meminta nasihat Anda jika mereka tahu akan diperlakukan sebagai orang dewasa yang setara.

ATURAN 3: Berikan mereka hak bersuara

Anak Anda harus mempelajari cara membuat keputusan, berkompromi, dan bekerja di dalam tim. Dan cara terbaik untuk mengajarkan mereka semua itu adalah dengan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan keluarga. Mereka perlu dilibatkan di dalam keputusan-keputusan yang akan memengaruhi diri mereka, sebagaimana Anda pun mengharapkan hal yang serupa.

Tentu saja, mereka tidak selalu dapat memberikan suara penentu. Mereka perlu mengerti bahwa jika keputusannya menyangkut rumah atau uang Anda, maka Anda memiliki hak veto. Tapi kondisi ini tidak selalu berlaku demikian. Pada akhirnya, Anda bisa saja dipojokkan oleh anak-anak Anda. untuk bersedia membangun tiga kamar tambahan hanya karena mereka ingin memiliki kamar sendiri-sendiri. Tapi, Anda tetap dapat menanyakan mereka mengenai apa solusi terbaik dalam memanfaatkan ruang yang ada.

Semakin anak-anak bertambah dewasa, mereka harus melatih kemampuan mereka dalam membuat keputusan, memberikan masukan yang tepat, dan bagaimana agar dapat diperlakukan sebagai individu dewasa. Kenapa pula mereka tidak boleh menentukan warna cat kamar mereka, khususnya jika mereka akan mengecatnya sendiri? Saya masih ingat salah satu anak remaja saya berupaya menambal sebuah lubang kecil di tembok kamarnya. Ketika akhirnya ia selesai, tambalan yang dibuatnya menonjol, tidak halus, dan luasnya 6 inci. Saya tidak memperbaikinya. Saya sengaja membiarkannya sebagai kenang kenangan usaha pertamanya dalam mendekorasi. Walaupun ia telah lama meninggalkan rumah, tonjolan-tonjolan tersebut masih tetap pada tempatnya. Saat ini ia sudah piawai dalam mengecat dan membuat berbagai perabotan, tapi hasil karyanya yang pertama selalu mengingatkan bahwa pada suatu titik, saya harus mengizinkan anak saya mulai.

Dan bagaimana pula dengan rencana liburan keluarga, selagi mereka masih bersama Anda? Memang Anda harus menyediakan anggarannya, tapi saat anak-anak Anda sudah remaja, semua anggota keluarga berhak memutuskan tujuannya. Jika terpaksa, Anda juga dapat memveto, tapi mereka juga dapat melakukan hal yang serupa.

Betapa pun pentingnya, tentu saja masalahnya bukan hanya. mengenai bagaimana membuat keputusan. Tetapi ini juga menyangkut bagaimana membuat anak-anak Anda merasa ikut terlibat, terutama di dalam keputusan-keputusan yang memengaruhi semua orang. Jadi, Anda juga dapat menerapkan cara ini untuk menetapkan peraturan-peraturan. Semua anggota tim rugby Inggris pemenang Piala Dunia duduk bersama untuk menyetujui peraturan yang akan membuat mereka sukses. Mereka pun harus mematuhinya karena mereka semua telah ikut serta dalam merumuskan peraturan tersebut (dengan kata lain, mereka memilikinya”, jika menggunakan istilah bisnis ).

Dan tentu saja, semakin banyak kesempatan yang dapat Anda cari untuk memperlakukan anak remaja Anda sebagai individu dewasa yang bertanggung jawab, semakin baik pula hubungan Anda dengannya. Selain itu, mereka pun akan semakin terpacu untuk berperilaku sebagai individu dewasa yang bertanggung jawab. Dan hal ini melegakan semua orang.

ATURAN 4: Jangan mengintip ke bawah kasur

Anak remaja tertarik kepada hal-hal yang, saya yakin Anda. sendiri tidak ingin mengetahuinya. Tentu saja, sebenarnya Anda mengetahuinya, karena itulah Anda khawatir. Jika saja Anda benar-benar tidak peduli, Anda akan merasa lebih senang.

Percaya kepada saya, mungkin putri Anda dan pacarnya telah berbuat lebih jauh daripada yang Anda izinkan. Putra Anda telah membaca majalah porno atau film porno. Hingga kini, mereka telah mencoba setidaknya satu isapan rokok. Dan bisa saja, mereka pernah ditawarkan narkoba, tapi karena mereka tidak ingin ada barang bukti yang tergeletak di kamar mereka, jadi percuma saja Anda mencarinya. Puas? Bagus. Sekarang Anda tidak perlu mencari lagi di bawah kasur atau membaca buku harian mereka.

Anda tidak akan menemukan barang apa pun yang belum ditemukan oleh ribuan orang tua lain sebelum Anda. Bahkan, kemungkinan Anda tidak akan menemukan barang apa pun yang orang tua Anda sendiri belum pernah temukan. Dan apa yang akan Anda lakukan-mengkonfrontasi anak Anda? Sebaiknya jangan. Anda hanya akan merusak hubungan baik dengannya, lagi pula mereka hanya akan menyimpan barang tersebut pada celah di bawah lantai.

Mungkin sebaiknya Anda mengingat kembali barang-barang yang Anda ingin sembunyikan dari orang tua Anda. Bahkan, mungkin hingga kini pun Anda masih tertarik pada hal-hal yang Anda harap tak pernah diketahui orang tua Anda. Benar kan? Anak Anda hanya berperilaku seperti layaknya remaja normal. Dan jika Anda tidak membesar-besarkan kenormalan perilaku remaja tersebut, mereka akan lebih bersedia datang kepada Anda jika ada masalah yang keluar dari kendali mereka. Dan inilah poin yang paling penting. Jika Anda bersikap wajar terhadap apa yang Anda temukan di bawah kasur, mereka akan merasa dapat berbicara dengan Anda tanpa harus takut mendapat reaksi yang irasional.

Tidak ada manfaatnya jika Anda mengkhawatirkannya. Pada tahap ini Anda harus menggantungkan harapan pada apa yang telah Anda ajarkan selama bertahun-tahun ini. semakin Anda mempersulit mereka, semakin buruk sikap mereka. Jadi, janganlah mempersulit mereka.

Dan nilai tambahnya adalah, dengan Anda tidak mengintip ke bawah kasur atau membaca buku harian mereka, hal ini akan memperkuat hubungan Anda dengan mereka. Mereka akan lebih menghargai Anda karena telah menghormati hak privasi mereka (tentu saja mereka tidak akan mengatakan hal ini). Selain itu, mereka juga akan menghargai pandangan Anda yang cukup modern dan realistis sehingga mereka dapat melanjutkan masa remaja mereka tanpa gangguan.

ATURAN 5: Membuntuti mereka terus tidak ada manfaatnya

Anda memulai dengan menghitung dari 18 tahun dan terus mundur. Berapa banyak sisanya sekarang? Karena setelah Anda mencapai angka nol, mereka akan menempuh jalan mereka sendiri. Itu artinya, mereka harus tahu caranya berbelanja, memasak, merapikan kamar, mencuci pakaian, membayar tagihan, dan banyak hal lainnya.

Saya mengenal orang tua dan tanpa bermaksud diskriminatif di sini, tapi hampir selalu para ibu-yang masih tetap mengasuh anak mereka walaupun usianya sudah 18 tahun. Dan anak-anak, karena mereka tidak bodoh, membiarkan orang tua mereka melakukannya. Bahkan, saya mempunyai seorang teman berumur 35 tahun yang masih mengantarkan pakaian kotornya ke rumah ibunya. Maksud saya bukannya ia meminjam mesin cuci ibunya, tapi ia datang untuk menyerahkan cuciannya kepada ibunya dan membiarkan ibunya mencucinya. Butuh dua pihak untuk memainkan permainan itu.

Anda tinggal menghitung mundur beberapa tahun lagi hingga datangnya kebebasan. Dan jika pada usia 18 anak Anda tidak pernah mengoperasikan mesin cuci atau memasak hidangan yang cukup layak dimakan, apakah ini adil bagi mereka? Mereka mungkin tidak menyadari kerugiannya, tapi sebagai orang tua Pengikut Aturan. Anda mengetahui dengan jelas, bahwa memanjakan anak sama saja dengan tidak mempersiapkannya dengan layak untuk menghadapi dunia nyata. Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan anak Anda sebaik orang lain. Jadi, pikirkanlah apa yang masih harus mereka pelajari, dan pastikan mereka menguasainya. Jika pengaturan uang mereka masih lemah, ajarkan bagaimana mengatur anggaran belanja Mintalah mereka belanja keperluan rumah tangga Anda selama seminggu dengan bujet seperti biasanya, atau tegaskan Anda tidak akan mengisi ulang pulsa telepon genggam mereka di luar kesepakatan kalian.

Taruh nama mereka dalam jadwal mencuci pakaian keluarga sehingga mereka dapat belajar untuk mengoperasikan mesin cuci. Dengan begitu mereka akan mengetahui betapa mengesalkannya harus menggantung semua pakaian untuk kemudian melipatnya kembali nanti (mungkin mereka akan berpikir dua kali sebelum melemparkan pakaian yang hampir belum dipakai ke keranjang cucian).

Bahkan, Anda dapat menugaskan remaja yang lebih tua untuk menunggui rumah sementara Anda pergi beberapa hari. Ya, saya tahu apa yang Anda pikirkan. Dan ya, Anda juga harus menawarkan insentif yang cukup berharga sehingga mereka dapat menolak hasrat untuk mengundang teman-teman mereka dan berpesta di sana. Dan pastikan mereka mengetahui bahwa seorang teman atau tetangga juga mengawasi mereka.

Ayolah, Anda dapat lebih kreatif dalam menemukan cara menarik lain untuk mengajarkan mereka keterampilan-keterampilan yang vital, namun dapat menghibur mereka. Setidaknya sampai mereka bosan melakukannya, dan ketika saat itu tiba, mereka sudah mempelajari sesuatu.

10 ATURAN BERDAMPINGAN DENGAN ANAK REMAJA ANDA (BAGIAN 2)

ATURAN 6: Jangan menghadang kereta yang melaju kencang

Anda sudah mengetahui anak-anak Anda perlu dibiarkan melakukan kesalahan-kesalahan mereka sendiri (Aturan 2). Sejauh ini masih lancar. Sekarang, seberapa banyak dari pilihan pilihan berikut yang Anda izinkan boleh mereka putuskan sendiri:

  • Mengendarai sepeda motor?
  • Bolos sekolah?
  • Memaki?
  • Merokok?

Hmmm, ya, sulit. Masalahnya menjadi lebih berat, bukan? Apakah Anda benar-benar akan mengizinkan mereka melakukan semua tindakan di atas? Cobalah melihatnya dengan cara yang berbeda: bagaimana Anda akan menghentikan mereka? Pilihan Anda semakin terbatas saja hari-hari ini. Anda dapat meneriakkan larangan Anda (lihat Aturan 7), tapi hal tersebut tidak akan semenakutkan dibandingkan saat mereka berumur 5 tahun. Dan lagi pula, mereka dapat balas berteriak lebih kencang di usia ini. Anda dapat mengurung mereka di rumah, tapi setiap remaja yang pantas disebut remaja, hanya akan memanjat turun dari jendela, atau setidaknya berpura-pura baik hingga diperbolehkan keluar, lalu mencoba lebih hati-hati jangan sampai ketahuan lain kali.

Saya mengenal seseorang yang ayahnya telah mencoretnya dari daftar ahli waris (mereka keluarga yang sangat kaya) hanya karena telah menggunduli kepalanya. Bahkan hal itu tidak mendorongnya untuk menumbuhkan kembali rambutnya. Begitulah remaja-jika hilangnya kesempatan mendapatkan kekayaan berlimpah tidak cukup untuk memotivasi mereka, tidak ada yang bisa melakukannya (yang terjadi selanjutnya adalah sang ayah tiba-tiba meninggal sebelum memasukkan kembali putranya ke daftar ahli waris, sehingga sang anak benar-benar kehilangan kekayaannya.)

Jadi, pada dasarnya, tidak ada pilihan bagi Anda. Anak remaja Anda akan berperilaku layaknya remaja, apa pun yang Anda lakukan. Anda dapat menerimanya atau menentangnya. Jika Anda menentangnya, mereka akan lebih memilih pilihan yang tidak Anda sukai.

Oh, dan tentu saja, ada satu hal lain yang dapat Anda lakukan: memercayai mereka. Setiap anak ditawarkan banyak hal yang orang tua mereka tidak ingin mereka lakukan-seks, narkoba, rokok. Tapi, jika Anda memercayai mereka untuk membuat keputusan sendiri yang dapat dipertanggungjawabkan, besar kemungkinan mereka tidak  akan melakukannya. Percayalah kepada saya.

ATURAN 7 :Berteriak bukanlah jawabannya

Andaikan anak Anda telah melakukan semua tindakan yang kita bahas pada Aturan 6. Oke, itu terlalu buruk untuk diandaikan. Andaikan mereka hanya melakukan satu atau dua di antaranya, dan terjadi masalah. Apakah Anda lebih suka mereka mendatangi Anda untuk minta bantuan, atau tidak?

Tentu saja iya. Tidak perlu ditanya, tentu saja Anda mau menolongnya. Tapi, apakah Anda yakin mereka akan mengatakannya kepada Anda? Bagaimana caranya mereka memutuskan apakah akan memberitahu Anda atau tidak? Jawabannya adalah, mereka akan menilai dengan melihat kejadian di masa lalu ketika Anda mengetahui suatu masalah telah terjadi. Mungkin dari masalah sepele-ketika mereka menumpahkan cat di karpet, atau ketika mereka bilang akan diantar pulang dari pesta dan Anda mengetahui ternyata mereka menumpang mobil orang asing.

Bagaimana reaksi Anda ketika itu? Apakah Anda berteriak, memekik, dan menjerit kepada mereka dan mengatakan bahwa mereka telah mengecewakan Anda dan tak mungkin lagi dipercaya? Ataukah Anda mendiskusikannya dengan serius dan tenang, serta menjelaskan alasan Anda begitu khawatir?

Berteriak dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah mengecewakan Anda sesungguhnya bisa dibenarkan, TAPI, efek yang dihasilkannya akan berlawanan dengan apa yang Anda harapkan. Jika Anda ingin mereka datang saat terlibat masalah, mereka harus yakin bahwa Anda akan menanggapi dengan serius, tapi tidak berteriak. Mungkin Anda tidak menyukainya, tapi memang begitulah keadaannya. Mungkin Anda juga merasakan hal yang sama ketika remaja dulu. Jika orang tua Anda suka berteriak, saya yakin Anda tidak bercerita kepada orang tua Anda sebanyak yang diceritakan teman Anda kepada orang tua mereka yang tenang.

Kemungkinan besar, mereka juga sadar telah melakukan kesalahan atau kebodohan, dan mereka malu mengakuinya. Mereka benar-benar tidak membutuhkan Anda untuk meneriaki mereka dan menambah rasa malu mereka. Bahkan, jika reaksi Anda adalah tetap tenang dan tidak meremehkan, mereka mungkin akan berterima kasih kepada Anda. Dan ini akan menambah nilai untuk Anda saat suatu masalah terjadi di kemudian hari.

Ingatlah, anak akan menilai reaksi Anda terhadap masalah kecil yang timbul hari ini, esok, dan bulan depan. Pada dasarnya, saat anak Anda mencapai usia tertentu, Anda harus mengubah gaya pengasuhan Anda. Anda tidak bisa terus-menerus mendikte apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Anda harus lebih berperan sebagai mentor, penasihat. Jadi, setelah mereka mencapai usia 18 tahun, Anda dapat memperlakukan mereka dengan setara. Tentu saja, saat mereka tinggal di dalam rumah Anda, aturan rumah tetap berlaku, juga bagi teman atau bahkan orang tua Anda. Jika menyangkut apa yang anak Anda lakukan dengan hidupnya, Anda tidak memegang kendali, jadi jangan berpura-pura sebaliknya. Maka, berhentilah berteriak dan mulailah berbicara kepada mereka layaknya mereka orang dewasa. Mungkin awalnya sulit, tapi inilah satu-satunya cara yang dapat berhasil.

ATURAN 8:Setiap keinginan harus ada timbal baliknya

Salah satu hal penting yang harus dipelajari anak-anak Anda dalam hidup ini adalah hak dan kewajiban saling berhubungan. Dan sudah menjadi tugas Anda untuk mengajarkannya kepada mereka. Atau mungkin lebih baik saya mengatakan itu adalah tanggung jawab Anda.

Sebagai contoh, anak Anda dapat menuntut hak untuk dapat diperlakukan layaknya individu dewasa. Tapi, mereka pun harus menyadari hak tersebut juga terikat dengan tanggung jawab untuk berperilaku sebagai individu dewasa. Jika mereka lalai melaksanakan tanggung jawabnya, hak mereka pun hilang.

Ketika anak-anak Anda memasuki usia remaja, prinsip ini akan benar-benar memberikan pengaruh yang besar. Untuk setiap hak yang mereka tuntut (dan yakinlah, remaja suka sekali menuntut haknya), Anda dapat menunjukkan tanggung jawab yang harus mereka penuhi. Sepasang teman saya mengembangkannya hingga mencakup uang saku. Anak-anak mereka berhak mendapatkan sejumlah uang saku mingguan, tapi orang tua mereka menjelaskan bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab kepada keluarga..

Ini artinya, ada beberapa tugas harian yang harus mereka selesaikan agar kegiatan keluarga dapat berlangsung lancar. Tugas harian ini dapat berupa membersihkan dapur setelah waktu makan, menjaga kerapian, dan lain-lain. Jika anak-anak melalaikan tugas harian ini, uang saku mereka hangus.

Hal yang sama juga berlaku bagi hak untuk diperlakukan dengan hormat. Tanggung jawabnya adalah Anda juga harus memperlakukan orang lain dengan hormat. Jika anak Anda berteriak atau memaki Anda, mereka kehilangan hak untuk diperlakukan dengan hormat oleh Anda. Anda dapat berhenti menyimak mereka (atau setidaknya berpura-pura tidak menghiraukan mereka) hingga sikap mereka baik kembali.

Ketika anak Anda harus keluar menyongsong dunia yang luas, mereka perlu tahu prinsip ini. Mereka tidak dapat berharap mendapat sesuatu tanpa timbal baik. Dan masa remaja adalah saat yang terbaik bagi mereka untuk mempelajari hubungan antara hak dan kewajiban. Apa pun yang anak-anak Anda inginkan haruslah ada harganya: rasa hormat, uang, kebebasan, status.

Dan sebenarnya, anak-anak menyukai hal-hal seperti ini. Sungguh. Ini menunjukkan bahwa Anda sesungguhnya peduli. Ketika Anda mengatakan mereka tidak boleh pulang larut malam, kecuali jika mereka cukup bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada Anda di mana mereka berada, dan kapan mereka akan pulang, sebenarnya diam-diam mereka senang Anda peduli. Mereka tidak akan mengatakannya kepada Anda, tentunya. Tapi, mereka akan memberitahukan kapan mereka akan pulang, karena mereka menyadari, mereka akan kehilangan hak untuk keluar larut malam jika tidak melakukannya.

Jadi, bantulah anak Anda dengan memastikan mereka tidak lolos dengan mudah. Setiap kali mereka menginginkan sesuatu dari Anda, biarkan mereka mengetahui apa yang Anda harapkan sebagai balasannya. Keterampilan ini akan mengajarkan mereka nilai dari hak dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Dan ini juga akan membuat hidup Anda jauh lebih mudah.

ATURAN 9: Tunjukkan penghargaan pada hal-hal yang mereka gemari

Saya mengenal seseorang yang mulai mengalami gangguan psikologis di usia remaja. Awalnya ia senang menghabiskan waktu mendengarkan musik di kamar tidurnya. Inilah satu-satunya momen yang dapat memberikan kepuasan untuknya. Seiring waktu berlalu, kondisi psikologisnya makin parah. Bahkan setelah ia meninggalkan rumah orang tuanya, masalahnya tetap berlanjut. Bertahun-tahun kemudian, ia mengatakan sesuatu yang sangat menarik. la menjelaskan bahwa salah satu sebab runtuhnya kepercayaan dirinya adalah orang tuanya yang selalu berkomentar buruk mengenai musik yang ia dengarkan.

Anda lihat, saat Anda mengkritik pilihan anak remaja Anda, Anda sebenarnya mengkritik mereka pula. Masa remaja adalah masa yang dipenuhi ego yang rapuh dan kepercayaan diri yang mudah rusak. Sangatlah mudah bagi anak remaja Anda untuk merasa Anda tidak menyetujui mereka, atau bahkan membenci mereka. Apakah itu mengenai musik yang mereka sukai, pandangan politik mereka, cara mereka berpakaian, atau keputusan mereka untuk menjadi seorang vegetarian, mereka perlu mengetahui bahwa Anda menyetujuinya.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak paradoks dalam dunia remaja. Di satu pihak mereka ingin memberontak, ingin mengejutkan Anda, serta ingin membuat Anda kesal. Tapi, di pihak lain, mereka menginginkan persetujuan dan niat baik Anda. Saya mengerti kondisi ini membingungkan Anda, tapi bagi mereka ini jauh lebih buruk. Mereka terperangkap di dalam tubuh dan pikiran yang mencoba memerdekakan diri dari anak yang tergantung menjadi individu dewasa yang mandiri. Dan dalam sebagian besar waktu, mereka sendiri tidak mengetahui apa yang mereka inginkan. Sekali waktu mereka ingin tumbuh secepat mungkin, di waktu yang lain mereka terlalu takut dan ingin memperlambat lajunya. Anda harus menerimanya dan mengikuti iramanya.

Sementara itu, tumbuhkan minat Anda di dalam hal-hal yang mereka sukai. Mereka mungkin tidak menunjukkannya, tapi sebenarnya mereka menyukainya. Tidak perlu bersikap berlebihan-bahkan jangan pernah melakukannya, karena tidak ada yang lebih buruk dari seorang ayah 40 tahunan bertingkah seolah ia menyukai gerakan dansa mutakhir. Jangan mencoba terlalu keras-Anda hanya perlu menunjukkan minat di sini. Anda tidak perlu berpura-pura menjadi penggemar aliran musik atau gaya berpakaian mereka, tapi Anda juga tidak perlu menyangkalnya. Dan bahkan, Anda mungkin saja akan menemukan hal baru yang Anda sukai. Itulah salah satu nilai plus dari memiliki seorang anak remaja: mereka cukup dekat dengan kedewasaan untuk dapat menaruh minat pada hal-hal yang rumit. Anda pun dapat belajar banyak hal dari mereka jika saja mau membuka pikiran Anda. Dan tentu saja Anda  akan melakukannya.

ATURAN10:Budayakan perilaku sehat terhadap seks

Bukan, bukan kehidupan seks Anda sendiri. Saya berharap hal itu sudah cukup sehat. Yang saya maksudkan adalah seks secara umum, dan terutama, kehidupan seks anak remaja Anda. Mungkin mereka belum mengalaminya (apakah Anda yakin?). tapi cepat atau lambat mereka akan melakukannya. Dan Anda harus memastikan bahwa saat mereka memiliki kehidupan seks, hal tersebut membuat mereka bahagia, aman, dan melengkapi hidup mereka. Bukan seks yang berlangsung singkat, kotor, dan berantakan (oh, baiklah, memang selalu berantakan).

Faktor apakah yang dapat memastikan anak Anda akan memiliki pengalaman yang menyenangkan? Faktor apa pula yang dapat menunda pengalaman pertama mereka hingga mereka merasa siap? Betul sekali: perasaan nyaman dengan topik tersebut. Semakin banyak yang anak Anda ketahui mengenai seks, semakin mudah pula bagi mereka untuk menolak, atau menghormati perasaan pasangan mereka.

Percayalah, semakin sering Anda membicarakan mengenai seks (dan narkoba, alkohol, rokok, dan teman-temannya) di rumah, anak Anda akan semakin percaya diri untuk membuat keputusan pada saatnya. Bahkan orang tua yang berpikiran terbuka dan memiliki hubungan baik dengan anak mereka pun mengatakan ini adalah topik yang paling sulit didiskusikan. Para remaja pun merasakan kesulitan dalam membicarakannya. Tapi, sudah menjadi tugas Anda untuk menunjukkan betapa wajarnya membicarakan topik tersebut.

Tentunya, pihak sekolah akan mengajarkan kepada anak Anda mekanisme hubungan seksual. Selain itu, mereka pun akan menerangkan dasar-dasar penularan HIV dan PMS . Tapi, melihat ini, anak Anda kemungkinan hanya akan cekikikan bersama teman-temannya. Mereka tidak akan memahami bahwa seks adalah bagian yang normal dari kehidupan dewasa, dan berhubungan rumit dengan perasaan. Andalah yang harus menginformasikannya kepada mereka jangan mengandalkan pihak sekolah untuk melakukannya.

Tidak berarti Anda harus duduk membicarakan seks bersama anak Anda. Sebenarnya, saya pernah mencoba menyinggung topik ini secara formal kepada salah satu dari anak saya. Pada akhir pembicaraan saya bertanya apakah ada hal lain yang ingin ia ketahui. Ia menjawab. “Tidak, terima kasih. Yah Lagi pula, semua telah berubah sejak zaman Ayah.” Saya sangat terkejut mendengarnya, tapi ia menolak melanjutkan pembicaraan kami.

Tidak masalah jika Anda membicarakannya secara formal, jika Anda sanggup melakukannya tanpa harus menangis Tapi, seks tetap perlu menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari bilamana muncul, contohnya saat Anda membahas sebuah film, kabar berita, atau penuturan seorang teman. Daripada tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan setiap anak Anda datang, lanjutkan saja, dan bahkan tanyakanlah apa pendapat mereka. Pastikan saja Anda selalu menampilkan sudut pandang yang bertanggung jawab.

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security